Kebut Perbaikan Jalur Alternatif, DPUTR Cirebon Targetkan Rampung H-7 Lebaran

jalan ruak
MASIH BERLUBANG: Ruas Jalan Kanci-Sindanglaut yang dilintasi pemudik masih belum diperbaiki, kemarin. DPUTR Kabupaten Cirebon akan melakukan perbaikan jalur alternatif jelang arus mudik mulai pekan depan. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mulai mengebut perbaikan jalur alternatif menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Penanganan darurat dijadwalkan mulai pekan depan dengan target rampung maksimal H-7 Lebaran.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Rezza Fauzi ST mengatakan, sedikitnya 10 hingga 15 ruas jalan alternatif masuk dalam daftar prioritas penanganan.

Baca Juga:Heboh Pembongkaran Bangunan TK, Kuwu Guwa Kidul Klaim Sudah Ada Kesepakatan untuk Dibangun KDMPBuka Puasa Tematik dengan Hadiah Tabungan Umrah

“Pekan depan mulai kita kerjakan. Ada sekitar 10 sampai 15 ruas jalan alternatif yang akan ditangani,” ujarnya.

Perbaikan difokuskan pada kerusakan ringan hingga sedang, seperti tambal sulam lubang dan perapihan badan jalan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat puncak arus mudik.

“Kita targetkan seluruh pekerjaan darurat selesai H-7 Lebaran, sehingga saat arus mudik kondisi jalan lebih aman dan nyaman dilalui,” kata Rezza.

Selain penanganan darurat, Dinas PUTR juga mempercepat peningkatan kualitas jalan melalui program betonisasi di sejumlah titik jalur alternatif.

Proses lelang dini telah dilaksanakan sejak Desember 2025, sehingga pekerjaan fisik sudah mulai berjalan pada Januari 2026.

“Karena lelang sudah dilakukan lebih awal, mulai Januari beberapa ruas sudah mulai proses betonisasi,” jelasnya.

Baca Juga:Arab Saudi Perketat Paket Umrah RamadanCabai Rawit Merah Tembus Rp130 Ribu/Kg, Konsumen Mengeluh, Pedagang Sebut karena Pasokan Berkurang 

Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir potensi kerusakan saat volume kendaraan meningkat signifikan.

Jalur alternatif selama ini menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan di jalur utama.

Rezza memastikan, monitoring kondisi jalan akan dilakukan secara berkala hingga mendekati puncak arus mudik.

“Jika ditemukan kerusakan baru, penanganan cepat akan segera dilakukan guna menjaga kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (den)

0 Komentar