Ganti Oli Harus Tepat Waktu dan Sesuai

ganti oli
RUTIN GANTI OLI: Penggantian oli secara berkala sangat dianjurkan. Selain melumasi komponen mesin untuk mengurangi gesekan, oli berperan melindungi komponen internal agar lebih awet dan bekerja optimal. FOTO: DAM untuk Radar Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Menjaga performa mesin tetap prima menjadi hal penting agar mobilitas harian berjalan lancar. Salah satu perawatan utama yang tidak boleh diabaikan adalah mengganti oli mesin secara rutin dan sesuai spesifikasi.

Technical Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora, Jamroni, mengatakan penggantian oli secara berkala sangat dianjurkan. Selain melumasi komponen mesin untuk mengurangi gesekan, oli berperan melindungi komponen internal agar lebih awet dan bekerja optimal.

“Oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin untuk menjaga suhu kerja tetap ideal, membantu membersihkan sisa pembakaran, serta mengisi celah antara piston dan silinder guna mencegah kebocoran kompresi,” ujarnya.

Baca Juga:Heboh Pembongkaran Bangunan TK, Kuwu Guwa Kidul Klaim Sudah Ada Kesepakatan untuk Dibangun KDMPBuka Puasa Tematik dengan Hadiah Tabungan Umrah

Ia menjelaskan, kualitas dan volume oli akan menurun seiring pemakaian. Karena itu, penggantian oli tidak hanya mengacu pada jadwal perawatan berkala di buku pedoman pemilik, tetapi juga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebiasaan berkendara.

Menurut dia, masih banyak pengguna sepeda motor yang menentukan waktu penggantian oli hanya berdasarkan jarak tempuh. Padahal, kondisi keausan mesin, karakter jalan, serta frekuensi pemakaian turut memengaruhi kualitas oli.

“Penting bagi pengendara untuk mengenali tanda-tanda oli perlu diganti agar performa mesin tetap optimal,” katanya.

Beberapa indikator yang dapat menjadi acuan antara lain suara mesin yang terasa lebih kasar, warna oli menghitam disertai volume berkurang, hingga suhu mesin yang lebih cepat panas.

Jamroni juga mengingatkan pemilik kendaraan memahami tiga kode utama pada kemasan oli, yakni JASO, SAE, dan API. “Cara terbaik untuk memastikan kesesuaian spesifikasi adalah selalu merujuk pada buku pedoman pemilik kendaraan,” ujarnya.

Kode JASO (Japanese Automotive Standards Organization) menunjukkan jenis kopling yang sesuai. JASO MA digunakan untuk motor dengan kopling basah, seperti motor cub dan sport, karena mengandung aditif gesekan untuk mencegah kopling selip.

Sementara JASO MB dirancang untuk motor matik dengan kopling kering dan memiliki karakter gesekan rendah guna mendukung efisiensi bahan bakar.

Baca Juga:Arab Saudi Perketat Paket Umrah RamadanCabai Rawit Merah Tembus Rp130 Ribu/Kg, Konsumen Mengeluh, Pedagang Sebut karena Pasokan Berkurang 

Adapun kode SAE (Society of Automotive Engineers) menunjukkan tingkat viskositas atau kekentalan oli pada suhu dingin dan panas. SAE 10W-30 lebih encer dan cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan serta motor generasi terbaru yang mengutamakan efisiensi bahan bakar. SAE 10W-40 lebih kental pada suhu panas, sehingga memberikan lapisan pelumas lebih tebal dan sesuai untuk motor yang sering membawa beban berat, perjalanan jauh, atau mesin yang sudah berumur.

0 Komentar