Polemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru, KAI Koordinasi Internal, Komunikasi dengan Disbudpar Sudah Jalan

Polemik Pembongkaran Jembatan Rel Kalibaru
JADI POLEMIK: Pembongkaran jembatan rel kereta api Kalibaru memunculkan reaksi dari budayawan dan pegiat sejarah. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pembongkaran Jembatan Kereta Api Kalibaru memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sejumlah budayawan dan pegiat sejarah menyoroti keberadaan jembatan tersebut sebagai bagian dari jejak sejarah transportasi di Kota Cirebon.

PT KAI Daop 3 Cirebon kini masih menunggu hasil koordinasi internal terkait polemik pembongkaran jembatan dan jalur rel kereta api lama tersebut. Hal itu seperti dikatakan Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin.

Ia mengatakan pihaknya belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh mengenai dinamika yang muncul setelah pembongkaran jembatan tersebut.

Baca Juga:Bekas Jembatan Kereta Pelabuhan Cirebon – Stasiun Kejaksan Bakal Disimpan KAIJalur Kereta Api Penghubung Pelabuhan dan Stasiun Kejaksan Dibongkar, Jejak Sejarah 1910 Hilang dari Cirebon

“Sementara kami belum bisa berbicara banyak. Saya harus koordinasi dulu dengan internal, terutama dengan bagian legal,” kata Muhibbuddin kepada radarcirebon.id.

Pembahasan internal itu dilakukan untuk melihat perkembangan situasi sekaligus memastikan langkah yang akan diambil ke depan. Termasuk memperhatikan respons yang muncul di masyarakat setelah pembongkaran jembatan rel tersebut.

Jembatan rel kereta api Kalibaru sebelumnya dibongkar dalam rangka penataan kawasan Sungai Sukalila. Struktur besi peninggalan awal abad ke-20 itu melintang di atas aliran sungai di kawasan Kalibaru, tak jauh dari jalur menuju Pelabuhan Cirebon.

Jembatan itu merupakan bagian dari jalur rel lama yang dahulu menghubungkan kawasan pelabuhan dengan Stasiun Kejaksan. Jalur ini pernah digunakan untuk mendukung distribusi barang dari pelabuhan menuju jaringan kereta api utama di Kota Cirebon.

Seiring perubahan sistem transportasi dan perkembangan infrastruktur jalan, jalur rel tersebut tidak lagi digunakan. Jembatan yang tersisa menjadi bagian dari infrastruktur lama yang sudah lama tidak difungsikan.

Muhibbuddin mengatakan hingga Minggu siang kemarin ia belum memperoleh laporan terbaru soal perkembangan pembersihan material atau besi tua di lokasi pembongkaran tersebut. “Saya belum sempat ke lokasi, jadi belum tahu kondisi terakhir seperti apa,” ujarnya.

Ia menjelaskan baru kembali dari kegiatan di Bandung dan baru tiba di Cirebon pada hari yang sama. Karena itu, pengecekan langsung ke lokasi pembongkaran belum dilakukan. “Kemarin baru di Bandung. Ini baru geser ke Cirebon. Jadi mungkin nanti sore baru bisa melihat ke lokasi,” katanya.

0 Komentar