Pada kloter pertama, total 445 orang diberangkatkan, terdiri dari 441 jamaah dan empat petugas haji. Seluruh jamaah dipastikan dalam kondisi sehat dan telah memenuhi persyaratan administrasi, termasuk aktivasi kartu Nusuk sebagai dokumen penting selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Kelancaran penerbangan perdana ini menjadi indikator kesiapan Bandara Kertajati sebagai salah satu embarkasi haji utama di Indonesia. Dengan peningkatan jumlah kloter dan cakupan wilayah, bandara ini diharapkan mampu terus memberikan pelayanan prima serta memperkuat perannya dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji secara nasional.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi awal positif bagi rangkaian keberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. (*)
