RADARCIREBON.ID- Penerbangan perdana jamaah haji tahun 2026 dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati berlangsung lancar, Rabu (22/4/2026).
Sebanyak 445 jamaah dari Indramayu yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama diberangkatkan tanpa kendala, menandai awal operasional musim haji tahun ini dari Jawa Barat.
Sejak pagi hari, jamaah telah tiba di bandara dalam kondisi tertib dan terorganisir. Mereka tidak diantar lagi oleh keluarga karena seluruh proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga kelengkapan dokumen telah diselesaikan sebelumnya di Asrama Haji Indramayu. Skema ini dinilai efektif, mempercepat alur keberangkatan sekaligus mengurangi potensi kepadatan di area bandara.
Baca Juga:Satu Kloter Jamaah Haji Beda Hotel, Koordinasi Jadi KunciUang Lift Rp770 Juta Proyek Gedung Setda, Furqon: Disita dari Indo Raya, Bukan dari Pak Azis
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian berjalan sesuai prosedur. Mulai dari kedatangan jamaah di asrama hingga proses boarding ke pesawat. “Kloter pertama sudah berangkat. Alhamdulillah seluruh proses berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Nuril Huda.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi yang telah dipersiapkan jauh-hari menjadi kunci kelancaran pemberangkatan perdana tersebut. Petugas bandara, maskapai, serta otoritas haji disebut telah bekerja secara terpadu untuk memastikan pelayanan optimal bagi jemaah.
Pada musim haji 2026, Bandara Kertajati melayani sebanyak 40 kloter, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 28 kloter. Tidak hanya itu, cakupan daerah asal jamaah juga bertambah menjadi 19 kabupaten/kota di Jawa Barat, menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan bandara tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT BIJB Ronald H Sinaga menyebut peningkatan jumlah kloter ini jadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap operasional Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji. “Tahun lalu 28 kloter, sekarang 40 kloter. Ini menunjukkan peningkatan dan kepercayaan yang semakin besar,” katanya.
Menurut Ronald, pihaknya menargetkan tren peningkatan tersebut terus berlanjut pada musim haji berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga performa layanan, khususnya ketepatan waktu penerbangan yang selama ini tercatat mencapai 100 persen on time departure. “Ketepatan waktu menjadi komitmen utama kami. Ini harus terus dijaga agar pelayanan kepada jamaah tetap optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat Boy Hary Novian memastikan kesiapan fasilitas pendukung, terutama asrama haji, dalam menunjang kelancaran proses keberangkatan. “Asrama Haji Indramayu saat ini mampu menampung sekitar 1.600 jamaah atau hingga empat kloter per hari. Seluruh fasilitas telah disiapkan untuk mendukung kelancaran operasional,” ungkapnya.
