Jamaah Haji Kota Cirebon Berangkat 8 Mei, Usia Tertua 81 Tahun, Termuda 20 Tahun

Perjalanan Haji 2026 Dimulai dari BIJB Kertajati, Semua Fasilitas Sudah Siap
SUDAH SIAP: BIJB Kertajati dipastikan siap melayani keberangkatan jamaah haji tahun 2026. Foto: Dok Bijb Kertajati
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jamaah haji Kota Cirebon akan diberangkatkan ke tanah suci pada 8, Mei 2026. Persiapan saat ini, sedang dimatangkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Kepala Kemenhaj Kota Cirebon, M Ikbal Sugiana mengatakan, jamaah haji Kota Cirebon dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Kertajati. “Kota Cirebon masuk dalam Kloter 23 Kertajati. Insya Allah, pemberangkatan akan dilaksanakan pada tanggal 8 mendatang,” ujarnya.

Ikbal menjelaskan, tercatat sebanyak 278 jemaah yang siap diberangkatkan. Jamaah haji tertua berusia 81 tahun dan termuda usia 20 tahun.

Baca Juga:YouTube Sudah, Roblox Belum, Komdigi Minta Platform Patuhi PP TunasAlhamdulillah, Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Selain kesiapan fisik, kata Ikbal, pihak Kemenhaj juga menekankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Sesuai regulasi dari Dinas Kesehatan, seluruh jamaah wanita diwajibkan melampirkan hasil tes urine/kehamilan.

“Ternyata aturannya sekarang tidak hanya untuk usia subur, tapi semua jemaah wanita wajib tes urin,” tambahnya.

Terkiat kondisi terkini salah satu jmaah yanh mengalami cidera tulang, Ikbal membeberkan Terkait adanya salah satu jemaah yang sempat mengalami kendala medis di bagian ortopedi, pihak keluarga telah memberikan laporan terbaru.

Jemaah tersebut telah sukses menjalani operasi dan kini sedang dalam masa pemulihan (proses belajar jalan). Meski tetap direncanakan berangkat pada tanggal 8 Mei 2026, Dinas Kesehatan memberikan catatan khusus bahwa jamaah tersebut wajib mendapatkan pendampingan.

Saat ini, pihak Kemenag telah berkoordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memastikan ketersediaan pendamping selama di tanah suci.

Pada hari ini Persiapan keberangkatan jemaah haji terus dimatangkan. Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di titik kumpul, panitia penyelenggara menetapkan aturan ketat terkait kendaraan pengantar yang diperbolehkan masuk ke area Makorem.

“Jamaah haji yang masuk Makorem tanggal 8 Mei nanti kita batasi. Satu jemaah hanya boleh diantar satu kendaraan. Begitu juga jamaah suami-istri, tetap satu mobil,” tandasnya.

Baca Juga:JP Morgan: Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi ke-2 di DuniaPemprov Jabar – Kota Bandung Kompak Tata Gedung Sate dan Monumen Perjuangan

Untuk mempermudah pengawasan dan menghindari penumpukan kendaraan dari pihak yang tidak berkepentingan, menurut Ikbal, panitia akan membagikan stiker khusus kepada para jemaah. Stiker ini nantinya wajib ditempelkan pada kendaraan pengantar sebagai tanda pengenal resmi.

“Kendaraan jemaah akan kita beri stiker yang ditempel di mobil. Ini supaya petugas atau panitia bisa mengidentifikasi bahwa itu benar-benar kendaraan jemaah haji, bukan pengunjung lain yang tidak berkepentingan,” tambahnya. Panitia juga telah menyusun jadwal ketat untuk prosesi di hari H agar berjalan lancar, pukul 10:00 WIB Panitia sudah siap di lokasi, pukul 11:00 WIB jamaah haji mulai diterima masuk Makorem, Pukul 14:30 WIB Prosesi pelepasan jemaah haji dijadwalkan dimulai.

0 Komentar