Hari Krida Pertanian ke-54, Kuningan Dorong Lahirnya Petani Milenial Lewat Teknologi Modern

Ist 
AJANG APRESIASI: Hari Krida Pertanian ke-54 kembali digelar di Kabupaten Kuningan setelah vakum sejak 2019. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi daya tarik utama dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 tingkat Kabupaten Kuningan. Setelah vakum sejak 2019, kegiatan tersebut kembali digelar sebagai upaya mendorong regenerasi petani sekaligus memperkenalkan inovasi yang dapat menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan Hari Krida Pertanian merupakan bentuk penghargaan kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga wujud rasa syukur atas berbagai capaian sektor pertanian yang diwujudkan melalui rangkaian acara seperti Sedekah Bumi dan Seren Taun.

Baca Juga:Bupati Kuningan Buka Turnamen Voli Bangkit Bersatu Cup IEceng Gondok Ancam Waduk Darma, Bupati Dian Siapkan Penanganan Terpadu

Peringatan yang diselenggarakan Diskatan Kuningan bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan berbagai organisasi profesi pertanian itu menghadirkan beragam kegiatan. Mulai dari pameran produk pertanian unggulan dari seluruh kecamatan, lomba pemanfaatan pekarangan untuk mendukung pengendalian inflasi, lomba bakti tani, lomba tumpeng B2SA, hingga Gerakan Pangan Murah yang mendapat sambutan antusias masyarakat.

Salah satu inovasi yang paling menyita perhatian adalah hadirnya traktor tanpa awak berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Teknologi tersebut dapat dioperasikan menggunakan remote control dan menjadi simbol modernisasi sektor pertanian.

“Kami menghadirkan hasil penelitian dari IPB berupa traktor tanpa awak berbasis AI. Teknologi seperti ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” kata Wahyu.

Ia menilai perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi lahirnya lebih banyak petani milenial. Dengan dukungan mekanisasi dan digitalisasi, sektor pertanian dinilai semakin efisien, produktif, dan memiliki prospek menjanjikan.

Selain mendorong inovasi, pemerintah daerah juga terus memperkuat sarana dan prasarana pertanian dengan mengusulkan tambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung produktivitas petani.

Di sisi lain, kondisi pertanian di Kabupaten Kuningan hingga saat ini masih relatif aman dari ancaman kekeringan maupun gagal panen. Diskatan juga terus melakukan pengawasan dan pengendalian hama secara rutin agar produktivitas lahan pertanian tetap terjaga. (ags)

0 Komentar