RADARCIREBON.ID – Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka (Unma) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Panjalin Kidul dan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan sampah melalui program “Beres Sampah di Desa”.
Program tersebut diwujudkan dengan membentuk tim khusus beranggotakan 10 orang yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pemerintah Desa Panjalin Kidul. Pengelolaannya juga telah diatur dalam Peraturan Desa (Perdes) Nomor 1 Tahun 2026.
Ketua KKN-T Desa Panjalin Kidul, Nendi Nurdiana, mengatakan tim tersebut bertugas menangani pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) desa.
Baca Juga:Mahasiswa KKNT IPB Dorong Literasi Keuangan Warga Linggasana, dari Catatan Pengeluaran hingga Waspada PinjolKKN-T UNMA Tebar 1.000 Benih Ikan Nila Hingga Latih Olah Produk Pascapanen di Desa Leuwilaja
Sebagai bagian dari program, mahasiswa KKN-T turut membantu menyediakan fasilitas pengolahan sampah, termasuk sarana pemilahan dan pengolahan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.
“Sampah yang memiliki nilai guna dan nilai jual akan dipilah untuk dimanfaatkan atau dijual kepada pengepul rongsok. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai akan dimusnahkan melalui insinerator atau pembakaran sampah,” kata Nendi, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendorong pengelolaan yang lebih terarah dan ramah lingkungan.
Nendi menjelaskan, pengangkutan sampah dari rumah warga dilakukan empat kali dalam sepekan oleh tim pengelola. Sampah yang dikumpulkan terutama berupa sampah anorganik yang kemudian dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.
“Sementara sampah organik diarahkan untuk dikelola langsung oleh masyarakat di lingkungan rumah masing-masing melalui pembuatan biopori,” ujarnya.
Pengelolaan sampah organik melalui biopori tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman di pekarangan rumah.
Melalui kolaborasi mahasiswa KKN-T, pemerintah desa, tim pengelola, dan masyarakat, program “Beres Sampah di Desa” diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir. Program tersebut ditargetkan menjadi sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan bagian dari kebiasaan masyarakat Desa Panjalin Kidul.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Lantik Aan Jadi Pj Sekda, Juga 159 Pejabat LainnyaLawan Begal, Kapolda Jawa Barat Ajak Peran Orang Tua dan Lingkungan
“Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya,” pungkas Nendi. (ono)
