RADARCIREBON.ID–Tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai kepulangan jamaah haji Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Kloter KJT-08. Setelah lebih dari satu bulan menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, ratusan jamaah akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga mereka dalam suasana penuh haru di Masjid At-Taufiq, Kuningan Islamic Center.
Sejak pagi, area masjid telah dipadati anggota keluarga yang menanti kedatangan orang tua, pasangan, saudara, dan kerabat mereka. Begitu rombongan tiba, suasana haru langsung pecah. Sejumlah keluarga tak mampu membendung air mata saat melihat orang-orang tercinta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, turut menyambut kepulangan para jamaah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah yang telah menyelesaikan ibadah haji.
Baca Juga:Bupati Kuningan Buka Turnamen Voli Bangkit Bersatu Cup IEceng Gondok Ancam Waduk Darma, Bupati Dian Siapkan Penanganan Terpadu
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan wilujeng sumping, selamat datang kembali di tanah kelahiran tercinta. Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah menunaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat. Semoga seluruh amal ibadah diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari panitia, petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), tenaga medis, Kementerian Agama, hingga para pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Menurutnya, laporan yang diterima menunjukkan jamaah asal Kuningan mampu menjaga kekompakan, kebersamaan, dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Saya mendapat laporan bahwa jamaah Kabupaten Kuningan menunjukkan kebersamaan, saling membantu, saling peduli, dan menjaga nama baik daerah. Untuk itu saya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh jamaah,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar setelah menunaikan ibadah haji adalah menjaga kemabruran dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepulang dari Tanah Suci, Bapak dan Ibu akan menjadi panutan di lingkungan masing-masing. Mempertahankan haji mabrur jauh lebih berat daripada pelaksanaannya. Saya berharap nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian yang diperoleh selama berhaji dapat terus dijaga,” pesannya.
