Salat Istisqa di Tengah Kekeringan, Bupati Kuningan Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Jaga Air dan Lingkungan

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Kantor Pemkab
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Kantor Pemkab Kuningan, Senin (21/9/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan mendorong pemerintah daerah bersama masyarakat memperkuat ikhtiar. Salah satunya melalui Salat Istisqa yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026).

Salat Istisqa tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana introspeksi diri sekaligus pengingat pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Salat Istisqa tidak hanya berkaitan dengan permohonan turunnya hujan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan muhasabah, bertobat dan memperbaiki kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga:Menjelang Ramadan 2027, Andalus Siapkan Impor Kurma Mesir Jalan Kartini Kota Cirebon Mulai Diperbaiki

“Hari ini kita hadir dalam rangka menyelenggarakan Salat Istisqa, permohonan hujan, dan untuk introspeksi. Kita hadir untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri,” ujarnya.

Ia berharap hujan yang turun nantinya menjadi rahmat bagi masyarakat, bermanfaat bagi kehidupan dan tidak justru menimbulkan bencana.

“Mari berdoa dengan khusyuk agar Allah SWT menurunkan hujan, hujan yang bermanfaat, hujan yang membawa keberkahan, dan tentu saja hujan yang tidak menimbulkan bencana,” katanya.

Namun, Dian menegaskan, ikhtiar menghadapi kekeringan tidak boleh berhenti pada doa. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air, menjaga sungai dan mata air, serta memperkuat penghijauan dan penanaman pohon.

“Salat Istisqa ini jangan berhenti pada doa, tetapi harus diikuti ikhtiar menjaga lingkungan dan sumber daya air,” tegasnya.

Pemda Kuningan sendiri telah melakukan penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Upaya tersebut melibatkan perangkat daerah, BUMD, BPBD, Perumda Air Minum, TNI, Polri, serta unsur Forkopimda.

Di sisi lain, kemarau panjang juga meningkatkan risiko kebakaran. Sejumlah kejadian dilaporkan terjadi di Garawangi, Cikananga dan Tambakbaya. Menurut Dian, kebakaran dapat ditangani dengan cepat berkat kolaborasi petugas dan masyarakat.

Baca Juga:Satpol PP Sebut Taman Pajak Titik Kumpul Pengemis dan GelandanganCalmara Hadirkan Spot Lesehan dan Intimate Wedding, Panorama Ciremai Jadi Daya Tarik

“Di samping kekeringan juga kita antisipasi akibat dari kemarau panjang ini, kebakaran,” tuturnya.

Pihaknya berharap, momentum Salat Istisqa semakin memperkuat kepedulian sosial masyarakat di tengah kondisi kekeringan. Ia mengajak warga menghidupkan semangat silih asah, silih asih, silih asuh sekaligus meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

0 Komentar