RADARCIREBON.ID – Keberadaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) di sejumlah titik Kota Cirebon semakin ramai. Satpol PP menyebut Taman Pajak dan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo menjadi lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul, bahkan sebagian di antaranya bermalam.
Kasatpol PP Kota Cirebon Edi Siswoyo menduga peningkatan jumlah PGOT berkaitan dengan kegiatan pembagian makanan gratis di Jalan Dr Sudarsono. Aktivitas tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Cirebon menarik bagi PGOT untuk mendapatkan makanan.
“Kita sebetulnya tidak melarang pembagian makan gratis tersebut, namun berdampak kepada Kota Cirebon menjadi tujuan PGOT berkumpul,” kata Edi, Senin (21/9/2026).
Baca Juga:Calmara Hadirkan Spot Lesehan dan Intimate Wedding, Panorama Ciremai Jadi Daya TarikRumah di Kampung Arab Ludes Terbakar, Kerugian Sekitar Rp150 Juta
Menurut Edi, Pemkot Cirebon telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyampaikan imbauan kepada pihak penyelenggara pembagian makanan agar turut memperhatikan ketertiban. Salah satu opsi yang diusulkan adalah memindahkan lokasi pembagian makanan dari kawasan pusat kota.
Edi menyebut kawasan Dukuh Semar atau area belakang kantor Dinas Sosial dapat menjadi alternatif lokasi. Pemindahan tersebut dinilai dapat mengurangi konsentrasi PGOT di pusat kota tanpa menghentikan kegiatan sosial.
“Memang ini permasalahan yang cukup kompleks, karena mereka tidak memiliki pekerjaan sehingga mencari makan di tempat makan gratis tersebut,” ujarnya.
Edi mengatakan penertiban terhadap PGOT telah dilakukan. Namun, mereka kembali ke lokasi setelah ditertibkan, terutama setiap Jumat ketika kegiatan pembagian makanan gratis berlangsung dan jumlah warga yang datang meningkat.
Menurutnya, sebagian PGOT bahkan telah berada di sekitar lokasi sejak pukul 08.00 untuk mendapatkan makanan. “Kita sudah tertibkan mereka, namun memang mereka kembali lagi ke situ,” katanya.
Satpol PP bersama Dinas Sosial kini mendorong penataan lokasi pembagian makanan agar kegiatan sosial tetap berjalan, tetapi tidak memicu penumpukan PGOT di kawasan pusat Kota Cirebon. (ade)
