Selain prosesi air Kahuripan dan gunungan hasil bumi, masyarakat juga diajak mengenal kembali sejarah desa melalui pembacaan Babad Janggala Manik, yang menurut penyelenggara berkaitan dengan cikal bakal Desa Kaduela dan sejarah Kuningan pada masa kerajaan.
“Tradisi ini sudah lama tidak digelar. Sekarang kami mencoba membangkitkan kembali kekayaan budaya yang ada di Desa Kaduela,” kata Diding.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Pemdes Kaduela serta Forkopimcam setempat dan sejumlah tokoh masyarakat.
Baca Juga:Mahasiswa UMC Ciptakan Mesin Pemotong Tahu, Produktivitas UMKM Naik 5,5 Kali LipatBPN Kabupaten Indramayu Komitmen Tingkatkan Pelayanan
Dalam sambutannya, Hj Tuti menyampaikan Desa Kaduela memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan potensi wisata di Kaduela telah melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak muda dan pelajar. Kondisi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata.
“Desa Kaduela ini memiliki satu potensi wisata yang sangat luar biasa. Kebersamaan masyarakat Kaduela bisa mewujudkan desa wisata yang dikenal bukan hanya di Kuningan, tetapi juga di luar Kabupaten Kuningan,” ujar Tuti.
Ia juga menyebut pengelolaan wisata di Desa Kaduela dapat menjadi contoh bagi desa lain, terutama dalam membangun kerja sama dan keterlibatan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, direktur Bumdes Iim Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana Gubernur KDM, yang berjanji membantu peningkatan akses jalan menuju kawasan Desa Kaduela pada Februari lalu yang kini direalisasikan.
Iim menyebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menyampaikan komitmen untuk membantu pembangunan jalan dari kawasan Balai Desa Kaduela hingga menuju perbatasan Cirebon.
“Terima kasih kepada jajaran Pemda Kabupaten Kuningan, khususnya Bapak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memenuhi janjinya membantu desa kami, yaitu mengaspal jalan dari Balai Desa Kaduela sampai ke perbatasan Cirebon,” kata Iim.
Baca Juga:Dorong Peningkatan Pelayanan Perumdam Tirta Bhakti RaharjaSoal Pilkades Serentak, Pemkab Tunggu Regulasi Pusat
Rangkaian acara sedekah bumi berlangsung sejak malam hari dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Badar, pembacaan sejarah desa, sambutan, santunan anak yatim, tawasul, istighosah, barjanji, hingga pemotongan tumpeng.
