RADARCIREBON.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.
Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi titik rawan genangan menjadi perhatian, termasuk Kecamatan Mundu.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada DPUTR Kabupaten Cirebon Bambang Afrianto mengatakan, penanganan banjir akan difokuskan pada sejumlah lokasi yang selama ini kerap terdampak luapan sungai.
Baca Juga:BNN Kuningan Periksa Urine 472 Mahasiswa UnikuDiduga Korsleting Listrik, Ruko Laundry di Luragung Terbakar
Menurutnya, beberapa sungai di Kecamatan Mundu menjadi salah satu faktor yang memicu banjir di sejumlah desa.
Kondisi tersebut membuat normalisasi sungai dinilai perlu dilakukan untuk memperlancar aliran air saat curah hujan meningkat.
“Menjelang musim hujan, kami mulai fokus pada penanggulangan banjir di berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon, termasuk salah satunya di Kecamatan Mundu. Ada beberapa sungai di sana yang menjadi penyebab banjir langganan di sejumlah desa,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, normalisasi sungai dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko luapan air.
Dengan aliran sungai yang lebih lancar, air diharapkan tidak mudah meluap dan menggenangi permukiman warga, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai.
Bambang mengatakan, penanganan sungai menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi potensi banjir.
Terlebih, sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon memiliki sungai yang rawan meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga:Pajak Daerah Tembus 65 Persen, Bapenda Kuningan Kejar Rp77 MiliarOkupansi Hotel Menurun, PHRI Jawa Barat Dorong Konektivitas Paket Wisata Antardaerah
DPUTR, lanjutnya, akan melakukan normalisasi terhadap sungai-sungai yang dinilai membutuhkan penanganan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak banjir yang berulang di sejumlah desa, khususnya di Kecamatan Mundu.
“Normalisasi sungai sangat diperlukan dalam penanggulangan banjir. Karena itu, kami akan melakukan penanganan terhadap sungai-sungai yang menjadi penyebab banjir,” pungkasnya. (den)
