Dari Kedawung hingga Babakan, Dua Perempuan Tewas Tragis, Satu Ditusuk Ponakan, Satu Masih Misterius

Insiden 24 jam
PERISTIWA PIDANA: Jenazah AS dimakamkan di TPU Simaja, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Jumat (25/9/2026). Foto: Cecep Nacepi-Istimewa/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dua peristiwa tragis terjadi di wilayah Cirebon dalam rentang waktu hampir bersamaan. Di Kedawung, seorang perempuan meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan keponakan sendiri. Sedangkan di Cirebon Timur, seorang perempuan yang merupakan istri dokter, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan sejumlah luka di tubuh.

Kejadian pertama terjadi di Blok Pecilon Dukuh, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung. AS (59), salah satu korban penusukan, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Permata Cirebon.

Jenazah AS dimakamkan pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di TPU Simaja, Desa Sutawinangun. Puluhan keluarga, kerabat dan warga mengiringi proses pemakaman. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah disalatkan di musala setempat sebelum dibawa ke pemakaman.

Baca Juga:PDAM Disorot, DPRD Siapkan RDP, Warga Resah Tagihan Air MembengkakMengamati Pembelian Pertalite Beberapa Hari Terakhir Ini di Cirebon, Masuk Antrean Panjang atau Cari SPBU Lain

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori juga hadir mengikuti prosesi hingga selesai. “Kita mendapat kabar korban berinisial AS meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB (Jumat pagi, red) di RS Permata. Dia yang mengalami luka tusukan,” ujar Ahmad Nasori di lokasi pemakaman, sore kemarin.

Sebelumnya, AS bersama RH (52) menjadi korban penusukan pada Rabu malam (23/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Kedua korban saat itu sedang duduk dan berbincang di teras rumah di Blok Pecilon Dukuh. Tiba-tiba pelaku berinisial SM datang dan menusuk RH satu kali di bagian pinggul, lalu AS dua kali.

Anak korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung keluar dan membawa kedua korban ke dalam rumah. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi. Sementara pelaku yang melarikan diri akhirnya berhasil diamankan warga bersama polisi di kawasan Jalan Simega.

Polisi juga menyita pisau lipat berwarna silver dengan panjang sekitar 10 sentimeter yang diduga digunakan dalam penusukan. Menurut Kompol Ahmad Nasori, pelaku dan kedua korban masih memiliki hubungan keluarga. Motif sementara diduga berkaitan dengan perasaan dendam karena pelaku merasa pernah dibuli dan dikecilkan.

“Pelaku tersebut dengan korban masih saudara, jadi pelaku itu masih keponakan. Motifnya pelaku merasa dendam selama ini merasa dibuli dan merasa dikecilkan,” katanya.

0 Komentar