RADARCIREBON.ID – Peta politik menuju Pemilu 2029 tengah dibuka. PKB salah satunya. Meski tahapan dan formulasi daerah pemilihan atau dapil belum final, tapi mulai persiapkan calon legislatif (caleg). Menariknya, PKB mencoba menggoda Drs H Imron MAg, Bupati Cirebon yang tak lain politikus PDIP.
Isu pemekaran atau perubahan dapil DPR RI sendiri telah menjadi bahan diskusi panjang para elit politik. Termasuk kemungkinan perubahan komposisi wilayah Cirebon dan Indramayu yang selama ini berada dalam satu daerah pemilihan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Jamil Abdul Latief Lc menegaskan pihaknya siap menghadapi berbagai kemungkinan perubahan peta pemilu, termasuk jika wilayah Dapil Jabar VIII (Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu) DPR RI nantinya dipisah. “PKB tidak mempersoalkan jika nantinya terjadi pemekaran dapil DPR RI,” ujar Jamil kepada Radar Cirebon, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga:Cirebon Geger! Video Sesama Jenis Terbongkar, Polres Ciko Tangkap Dua Pelaku, Ada Warga GegesikDari Kedawung hingga Babakan, Dua Perempuan Tewas Tragis, Satu Ditusuk Ponakan, Satu Masih Misterius
Menurutnya, PKB memiliki sumber daya dan sejumlah kader yang dinilai siap ditempatkan sebagai calon anggota DPR RI. “Kalau memang dimekarkan, PKB tidak ada masalah. Resources dan SDM kita untuk para caleg DPR RI Insya Allah peminatnya masih kuat. Masih banyak,” terangnya.
Ia bahkan mengungkapkan, sudah terdapat sejumlah nama yang mulai dipetakan untuk menghadapi kontestasi DPR RI. Salah satu nama yang disebut adalah Lexi. “Ini figur baru dalam bursa calon legislatif PKB. Tapi gak kaleng-kaleng bos,” ungkapnya.
Namun, Jamil menegaskan dinamika pencalonan masih sangat terbuka dan proses politik masih panjang. Yang menarik lagi, lanjut Jamil, adanya komunikasi informal dengan Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg. “Kami terbuka apabila Pak Imron pada suatu saat memilih bergabung dengan PKB,” ucapnya.
Imron merupakan kader PDIP dan menjabat Bupati Cirebon selama dua periode. “Kalau beliau masih tetap bertahan di PDIP, ya itu hak beliau. Barangkali nanti misalkan beliau ingin geser ke PKB, ya, ahlan wa sahlan,” kata Jamil.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Cirebon Esya Karnia Puspawati SH mengatakan belum ada keputusan final mengenai perubahan format maupun dapil. Seluruh pihak masih menunggu regulasi dan keputusan pembuat undang-undang. “Kami masih menunggu dari pembuat undang-undang. Apakah kemudian dijadikan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah, atau tetap menggunakan undang-undang yang existing,” jelasnya.
