Direktur Baru PDAM Majalengka Ditarget Rp3,9 Miliar Juga Peningkatan Kualitas Pelayanan 

Direktur baru Perumdam Tirta Bhakti Raharja Kabupaten Majalengka (PDAM), Sri Rahayu Damayanti
Direktur baru Perumdam Tirta Bhakti Raharja Kabupaten Majalengka (PDAM), Sri Rahayu Damayanti (kiri) hadapi sejumlah tantangan pada 2026, salah satunya kewajiban PAD Rp3,9 miliar kepada Pemkab Majalengka.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Direktur baru Perumdam Tirta Bhakti Raharja Kabupaten Majalengka (PDAM), Sri Rahayu Damayanti, menghadapi sejumlah tantangan strategis. Salah satunya memenuhi kewajiban sebesar Rp3,9 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka pada 2026.

Selain memenuhi kewajiban tersebut, Sri Rahayu juga dituntut meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Saat ini, cakupan layanan Perumdam mencapai 31.433 sambungan langganan (SL) yang tersebar di lima cabang dan empat unit di Kabupaten Majalengka.

Sri Rahayu menegaskan, kepercayaan yang diberikan Bupati dan Pemkab Majalengka akan dijawab melalui pembenahan internal serta peningkatan kualitas pelayanan.

Baca Juga:Dana Desa Terbatas, Warga Desa Indapatra Titip AspirasiWaspada Potensi Kebakaran, Matikan Mesin dan Jangan Gunakan Ponsel saat Isi BBM!

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Arahan beliau menjadi panduan utama bagi kami untuk bergerak cepat,” tutur Sri Rahayu.

Menurutnya, sejumlah persoalan di lingkungan Perumdam, baik terkait tata kelola manajemen maupun infrastruktur teknis, membutuhkan penanganan dan pembenahan.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan seluruh pegawai dan para senior di lingkungan Perumdam untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan pelayanan.

“Kami akan merangkul seluruh elemen pegawai dan para senior untuk menyatukan langkah demi mewujudkan pelayanan air bersih yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Majalengka,” ujarnya.

Sri Rahayu juga menjadikan peningkatan respons terhadap pengaduan pelanggan dan keandalan distribusi air sebagai prioritas.

Ia menilai air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat sehingga setiap pengaduan pelanggan harus ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa air adalah kebutuhan primer masyarakat. Oleh karena itu, tingkat responsivitas terhadap aduan pelanggan serta keandalan distribusi air akan menjadi prioritas kerja kami,” jelasnya.

Baca Juga:Minta Situs Syekh Sama’un Disahkan, Pemdes Dadap Kirim Surat Permohonan ke TACB dan Disdikbud IndramayuDua Siswa SMP Majalengka Berprestasi di Pentas PAI Jabar

Selain memperkuat pelayanan publik, Perumdam Tirta Bhakti Raharja diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah melalui kesiapan pasokan air bersih bagi kawasan industri dan investasi di Kabupaten Majalengka.

Sri Rahayu menyatakan komitmennya menjadikan Perumdam sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Majalengka, “Langkung SAE”.

“Kami siap mendukung visi pembangunan daerah dengan memastikan kesiapan pasokan air bersih bagi kawasan industri dan investasi di Majalengka,” katanya.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Perumdam Tirta Bhakti Raharja menghadapi sejumlah agenda pada 2026. Di antaranya memperkuat pelayanan bagi 31.433 pelanggan, membenahi tata kelola dan infrastruktur, serta memenuhi kewajiban Rp3,9 miliar kepada pemerintah daerah. (ono)

0 Komentar