Suspek Influenza A Melonjak di Kuningan, Pasien Anak Mendominasi

Agus panther/radar kuningan 
MELONJAK: RSUD 45 Kuningan mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan gejala yang mengarah pada suspek Influenza tipe A sepanjang September 2026. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Kasus suspek Influenza tipe A menunjukkan lonjakan di Kabupaten Kuningan sepanjang September 2026. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya kunjungan pasien ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD 45 Kuningan.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan, dr Yanuar Firdaus Sukardi membenarkan, adanya peningkatan kunjungan pasien dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi baik pada layanan instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan maupun rawat inap.

“Kalau untuk kunjungan rawat jalan peningkatannya kurang lebih 40 persen, sementara untuk rawat inap kasus suspek Influenza tipe A mengalami kenaikan sekitar 21 persen pada bulan September. Peningkatan ini lebih khusus terjadi pada anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga:Ketua DPRD Kuningan Minta Tuduhan Dugaan Perselingkuhan Harus Didukung Data Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda Hangus

Menurutnya, mayoritas pasien mengalami flu-like syndrome, yakni kumpulan gejala yang menyerupai flu berat. Keluhan yang muncul antara lain demam, batuk dan pilek, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan hingga pada sebagian pasien disertai diare.

Kelompok anak menjadi salah satu yang paling banyak terdampak. “Sebab ini berkaitan dengan sistem imunitas anak yang masih berkembang, sehingga relatif lebih rentan terhadap paparan virus,” ucapnya.

Dia berpendapat, risiko penularan juga dapat meningkat apabila penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) belum optimal. Selain itu, sirkulasi udara yang kurang baik di dalam rumah turut menjadi perhatian.

Mengantisipasi lonjakan pasien, pihak RSUD 45 Kuningan telah melakukan pemetaan kondisi sekaligus menyiapkan langkah penanganan. Kapasitas ruang rawat inap juga ditambah untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan pelayanan.

“Alhamdulillah sampai saat ini masih tertangani secara baik. Pak Direktur juga telah membuat kebijakan untuk mengakomodasi lonjakan ini dengan menambah daya tampung ruangan untuk rawat inap,”katanya.

Ia juga meminta, masyarakat tidak mengabaikan gejala flu yang berlangsung terus-menerus. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat diperlukan, agar kondisi pasien dapat segera dinilai dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, dr Edi Martono mengimbau warga tidak panik berlebihan. Namun, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian dan direspons dengan langkah antisipasi yang terukur.

Baca Juga:Bakti Kolaborasi PDKB Libatkan 223 PersonelKukang Bertengger di Jemuran Warga, Damkar Kuningan Berhasil Evakuasi

“Paling ‎penting adalah tetap tenang, tetapi waspada. Kami tidak ingin mengambil kesimpulan bahwa peningkatan kunjungan IGD, seluruhnya disebabkan oleh influenza sebelum ada data surveilans dan pemeriksaan laboratorium yang mendukung,” ungkapnya.

0 Komentar