RADARCIREBON.ID – Semburan gas yang dilaporkan terjadi di sumur BDA-004 milik Pertamina EP di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (30/9) siang, membuat warga di sekitar lokasi harus mengungsi sementara. Kondisi tersebut terjadi setelah tercium bau gas yang cukup menyengat di sekitar area sumur.
Sedikitnya, warga dari tiga RT terdampak oleh kondisi tersebut. Pemerintah Desa Pagedangan bersama Muspika Kecamatan Tukdana kemudian mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga yang terdampak.
Sebanyak 706 jiwa disiapkan untuk menempati tempat pengungsian yang berada di Balai Desa Pagedangan dan masjid desa. Namun, sebagian besar warga memilih untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat masing-masing.
Baca Juga:PKKMB STMIK IKMI, 231 Mahasiswa Baru Bersiap Kenali Dunia KampusLongrich Jadi Magnet Investasi Cirebon Timur dan Buka Peluang Kerja Baru
“Kita sediakan di kantor desa dan masjid, tapi warga lebih memilih tinggal sementara ke kerabatnya,” kata Sekretaris Desa Pagedangan, Ade, saat dikonfirmasi, Kamis (1/10).
Ade menjelaskan, pemerintah desa bersama Muspika Kecamatan Tukdana juga telah mengimbau sekaligus melarang warga mendekati lokasi sumur. Larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah pencegahan. Mengingat, bau gas yang tercium cukup menyengat dan dikhawatirkan dapat mengganggu pernapasan warga.
“Yang jelas kita larang siapapun jangan mendekat karena baunya sangat menyengat hingga 200 meter, kita juga berharap penanganan dari pihak Pertamina bisa segera selesai, dan warga bisa kembali menempati rumahnya,” ujarnya.
Sementara itu, PT Pertamina EP (PEP) Jatibarang Field, yang merupakan bagian dari Zona 7 Regional 2 Subholding Upstream Pertamina, menjelaskan kondisi yang terjadi di sumur BDA-004.
Pihak Pertamina menyebutkan, pada Rabu (30/9) sekitar pukul 12.00 WIB, terjadi kenaikan tekanan dari dalam sumur BDA-004 ketika pekerjaan perawatan sumur sedang berlangsung.
Sumur BDA-004 tersebut berada di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pertamina menegaskan bahwa aktivitas yang sedang dilakukan di lokasi merupakan pekerjaan perawatan sumur, bukan kegiatan pengeboran sumur baru.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan tim yang berada di lokasi langsung mengambil langkah pengendalian setelah kondisi tersebut terdeteksi.
Baca Juga:Helat Wisuda, IPB Cirebon Apresiasi 10 Lulusan TerbaikSatpol PP Bidik Bangunan Liar dan PKL di Panguragan
Menurutnya, tindakan penanganan dilakukan dengan mengikuti prosedur operasi serta standar keselamatan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sumur dapat dikendalikan sekaligus menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar lokasi.
