RADARCIREBON.ID – Rencana pembangunan pabrik sepatu di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Sejak September 2026, perusahaan secara bertahap melunasi pembayaran kepada pemilik lebih dari 200 bidang tanah yang berada di lokasi rencana pembangunan.
Kepala Desa Sindangbarang D Dahlan SPdI mengatakan, pembayaran lahan dilakukan secara bertahap kepada para pemilik tanah. Dalam sehari, perusahaan disebut mampu menyelesaikan pembayaran sekitar tiga hingga empat bidang.
Dahlan menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui pada Kamis (1/10/2026). Menurutnya, proses pembebasan lahan masih berlangsung sambil menunggu persetujuan substansi (Persub).
Baca Juga:Suspek Influenza A Melonjak di Kuningan, Pasien Anak MendominasiRumah Lansia di Pasayangan Kuningan Terbakar, Diduga Dipicu Tungku yang Belum Padam
“Kalau Persub sudah turun, perusahaan menyatakan siap melunasi seluruh bidang yang tersisa,” jelas Dahlan.
Secara keseluruhan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan pabrik sepatu tersebut mencapai lebih dari 200 bidang. Pemerintah Desa Sindangbarang berharap proses administrasi dan pembayaran dapat segera dituntaskan sehingga rencana pembangunan dapat berlanjut ke tahapan berikutnya.
Dahlan menjelaskan, Sindangbarang merupakan salah satu desa yang masuk dalam zona industri bersama Desa Dukuhdalem dan Ciniru. Kawasan tersebut berada di sebelah timur Jalan Lingkar Kuningan, tepatnya di sekitar kawasan perempatan Alfamart.
Pemerintah Desa Sindangbarang menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan pabrik tersebut. Selain mendorong aktivitas ekonomi, keberadaan industri diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui terbukanya lapangan pekerjaan.
“Kami berharap keberadaan pabrik memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi lapangan kerja maupun peningkatan ekonomi,” ujar Dahlan.
Menurut Dahlan, peluang kerja menjadi salah satu harapan utama pemerintah desa dari masuknya investasi industri. Berdasarkan komunikasi dengan pihak perusahaan, warga dari desa-desa sekitar nantinya direncanakan mendapat prioritas untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.
Rencana kebutuhan tenaga kerja pabrik diperkirakan mencapai sekitar 11.000–12.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 tenaga kerja diharapkan dapat berasal dari masyarakat Sindangbarang, Dukuhdalem, dan Cideru.
Namun, perekrutan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kualifikasi calon tenaga kerja.
Baca Juga:Ketua DPRD Kuningan Minta Tuduhan Dugaan Perselingkuhan Harus Didukung Data Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda Hangus
“Yang jelas kami berharap masyarakat setempat bisa mendapat kesempatan bekerja. Jangan sampai pabrik berdiri, tetapi masyarakat sekitar tidak merasakan manfaatnya,” katanya.
