Topeng Losari, Warisan Tradisi yang Tak Pernah Sepi Peminat, Jadi Magnet Penggiat Seni dari Luar Cirebon

Tari Topeng Losari
SEMAKIN DIMINATI: Penari dari Sanggar Purwa Kencana menunjukan Tari Topeng Losari kepada para pegiat seni dari Ayodya Pala, Sabtu (3/10/2026). Kanan, pelestari Topeng Losari, Anani M Irman melaksanakan ritual sebelum melakukan tari topeng. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Tari Topeng Losari masih menarik perhatian generasi muda, termasuk penggiat seni dari luar daerah. Kekhasan gerak, karakter, hingga nilai tradisi yang melekat membuat kesenian khas Losari ini terus dipelajari dan dikenalkan melalui berbagai kegiatan seni.

Hal tersebut terlihat saat sekitar 113 calon pelatih dan penggiat seni dari Ayodya Pala (AP One) Angkatan V Kota Depok berkunjung ke Sanggar Purwa Kencana, Desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Mereka mendapat kesempatan mengenal lebih dekat Tari Topeng Losari, termasuk sejarah dan tradisi yang menyertainya.

Pelestari Topeng Losari, Nur Anani M Irman atau akrab disapa Mbak Nani mengaku senang melihat ketertarikan para peserta. Menurutnya, kedatangan penggiat seni dari luar daerah menunjukkan Topeng Losari masih memiliki daya tarik untuk dipelajari, terutama oleh generasi muda. “Kami bangga masih ada yang mau mengenal seni dan budaya Indonesia, salah satunya Seni Tari Topeng Losari,” ujar Nani, Minggu (4/10/2026).

Baca Juga:IGD RSD Gunung Jati Padat, Pasien Anak-anak MeningkatPWI Jabar Dilantik, Dedi Mulyadi Tekankan Independensi Pers

Menurut Nani, Topeng Losari memiliki ciri khas yang membedakannya dari tari topeng di sejumlah wilayah lain. Selain gerak dan karakter topeng, kesenian ini memiliki unsur sakral dan ritual yang kuat. Tari tidak hanya ditempatkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari ungkapan doa dan rasa syukur.

Nani sendiri telah lama mengenalkan Topeng Losari ke berbagai daerah hingga mancanegara. Ia telah membawa kesenian tersebut ke sekitar 23 negara, termasuk melalui kegiatan mengajar di sejumlah institusi pendidikan luar negeri. Baginya, semakin banyak generasi muda yang mengenal Topeng Losari, semakin besar pula peluang kesenian tersebut terus hidup.

Ia berharap kerja sama dengan para penggiat seni dari luar daerah atau luar Cirebon itu dapat terus terjalin dengan baik. Menurutnya, hubungan tersebut bisa menjadi ruang untuk saling mengenalkan dan mempelajari seni tradisi, sekaligus membantu menjaga Topeng Losari agar tetap lestari dan semakin dikenal generasi muda.

“Yang paling penting bagaimana mereka mengetahui apa itu Topeng Losari, tahu sejarahnya, juga tahu proses perkembangannya dari dulu hingga sekarang, termasuk proses regenerasinya,” tandas Nani. (*)

0 Komentar