RADARCIREBON.ID- Penanganan insiden pada sumur BDA-004 milik Pertamina di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, kini telah berhasil dilakukan oleh pihak Pertamina. Camat Tukdana, Heka Sugoro mengonfirmasi bahwa perbaikan fisik pada sumur telah selesai dan tidak ada lagi semburan.
“Untuk perkembangan saat ini, perbaikan sumur di BD-04 dan BD-06 sudah dalam tahap pemberesan. Seperti yang diterangkan oleh pihak Humas Pertamina, perbaikan sudah selesai dan sudah tidak ada semburan lagi. Ke depannya, tinggal membereskan alat-alat dan material yang tercecer,” kata Heka, usai menggelar audiensi antara warga dan pihak Pertamina di Balai Desa Pagedangan, Senin (5/10).
Heka menjelaskan, pihak kecamatan bersama unsur terkait telah memediasi pertemuan antara warga terdampak dan Pertamina hingga untuk tiga kali. Berdasarkan hasil mediasi, warga di RT 1, RT 2, dan RT 7 yang berada dalam radius terdampak telah mendapatkan kompensasi serta layanan pemenuhan kebutuhan dari pihak Pertamina.
Baca Juga:Asrama Ponpes Terbakar di CiwaringinKelurahan Kesenden Bangkitkan Kesadaran Warga Pentingnya Memahami Hukum Waris
“Warga dari RT 1, 2, dan 7 yang terdampak sudah menerima kompensasi berupa konsumsi makanan tiga kali sehari, fasilitas pelayanan kesehatan, dan bentuk kepedulian lainnya. Untuk RT 3 dan RT 4, berdasarkan penjelasan Pertamina, tidak dialokasikan kompensasi khusus karena posisinya di luar wilayah terdampak langsung,” jelasnya.
Mengenai dampak kerusakan fisik pada permukiman warga, Heka menegaskan tidak terdapat kerusakan pada bangunan maupun rumah. Langkah evakuasi yang sebelumnya dilakukan murni sebagai upaya mengantisipasi potensi bahaya pada radius aman.
“Secara fisik tidak ada yang rusak. Tetapi pada awal kejadian, rumah-rumah dalam radius 100 hingga 200 meter dari titik sumur wajib dikosongkan,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan, seperti penggunaan api dan aktivitas membahayakan lainnya. Meski pihak desa dan kecamatan telah menyiapkan tempat pengungsian terpusat, mayoritas warga memilih untuk sementara bertahan di rumah kerabat terdekat.
Selain penanganan terhadap warga, Pertamina bersama pemerintah desa juga berencana melibatkan warga lokal dalam proses pembersihan lapangan. Sementara itu, untuk sektor pertanian, pendataan aset warga yang berpotensi mengalami kerugian masih terus dilakukan.
