Unjungan Buyut Kebulen, Gelar Lomba hingga Karnaval 

Pamong Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, mempersiapkan rangkaian Unjungan Buyut Kebulen
Pamong Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, mempersiapkan rangkaian Unjungan Buyut Kebulen yang akan digelar sejak 7–10 Oktober 2026. FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu siap menyelenggarakan rangkaian tradisi tahunan Unjungan Buyut Kebulen. Puncak kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2026. Perayaan tahun ini dikemas lebih meriah dengan memadukan berbagai kegiatan. Mulai dari tradisi kebudayaan, olahraga, hingga pesta rakyat yang melibatkan masyarakat umum.

Kuwu Kebulen, H Tarkani AZ menyampaikan, rangkaian kegiatan unjungan merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

“Unjungan Buyut Kebulen merupakan tradisi tahunan kita yang jatuh tepat pada tanggal 10 Oktober. Tahun ini kita mengemasnya dengan berbagai kegiatan yang meriah untuk menghibur warga sekaligus nguri-uri (melestarikan) budaya lokal,” ujarnya.

Baca Juga:Semburan Sudah Hilang, Sumur BDA-004 Pertamina di Pagedangan Berhasil DitanganiAsrama Ponpes Terbakar di Ciwaringin

Beragam kegiatan telah disiapkan untuk menyambut tradisi tersebut. Salah satu acara favorit yang dinantikan masyarakat adalah lomba mancing ikan. Kegiatan ini dibuka untuk 100 peserta dari semua kalangan masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Untuk memeriahkan lomba tersebut, Pemerintah Desa Kebulen telah menyiapkan tidak kurang dari 1 kuintal ikan yang akan disebar di lokasi pemancingan. Menariknya, seluruh hasil tangkapan ikan dalam kegiatan tersebut dapat dibawa pulang oleh para peserta.

“Bagi pencinta olahraga otak, kita juga menggelar lomba catur tingkat regional yang diikuti oleh para peserta dari wilayah Ciayumajakuning. Pelaksanaannya tanggal 7 Oktober malam, siangnya mancing,” jelas Tarkani.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan olahraga dan hiburan, kemeriahan juga akan semakin terasa menjelang hari puncak unjungan. Tarkani mengungkapkan, akan digelar Karnaval Budaya selama dua hari, yakni pada 8 hingga 9 Oktober 2026.

Karnaval tersebut akan menampilkan beragam kreasi seni dan budaya, kostum adat, hingga hasil kreativitas masyarakat. Dalam kegiatan ini, warga akan mengarak berbagai simbol kebudayaan dengan berkeliling di wilayah Desa Kebulen.

Kegiatan karnaval diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengenalkan berbagai kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

0 Komentar