Disdamkarmat Imbau Warga  Waspadai Kebakaran Lahan

Petugas dari Damkar berjibaku untuk memadamkan api yang membakar lahan di Bukit Kemelak,
Petugas dari Damkar berjibaku untuk memadamkan api yang membakar lahan di Bukit Kemelak, Blok Benggoi, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, beberapa waktu lalu. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada area terbuka yang dipenuhi vegetasi kering.

Imbauan tersebut menyusul kebakaran lahan di area Bukit Kemelak, Blok Benggoi, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Rabu (7/10) lalu.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Sarana Prasarana, dan Penyelamatan (PPSP) Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu munculnya api di lahan terbuka.

Baca Juga:Gerakan Subuh Akbar: Angkat Keteladanan Tiga Ulama untuk Membangun Majalengka Hasil Investigasi Dinkes usai Keracunan MBG di SPPG Kerticala 2, Diduga karena Ayam Tepung

“Jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang terdapat rumput atau vegetasi kering. Api kecil bisa menjadi pemicu kebakaran lahan,” kata Eno.

Dijelaskannya, laporan kebakaran di Bukit Kemelak diterima petugas Damkar Sektor Palimanan sekitar pukul 12.27 WIB.

Karena armada Sektor Palimanan sedang melakukan perbantuan di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, penanganan awal dilakukan oleh Sektor Weru.

Petugas Sektor Weru tiba di lokasi sekitar pukul 12.44 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

“Penanganan kemudian diperkuat petugas dari Sektor Palimanan dan Sektor Sumber setelah menyelesaikan penanganan kebakaran di lokasi lain,” ujar Eno.

Dalam penanganan tersebut, tiga armada dikerahkan. Petugas juga mendapat dukungan suplai air dari mobil tangki milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

Pemadaman utama berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas kemudian melanjutkan penanganan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar. “Secara keseluruhan, penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 18.32 WIB,” katanya.

Baca Juga:Data BPS dan Kemensos Tak Sinkron, Desil Bansos Jadi Sorotan di DPRD MajalengkaFH UGJ Sukses Gelar PKKMB 2026

Berdasarkan pendataan petugas, sekitar 50.000 meter persegi atau 5 hektare lahan terbakar. “Sementara sekitar 150.000 meter persegi lahan lainnya berhasil diselamatkan dari kobaran api,” ungkap Eno.

Menurut keterangan pelapor, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam kondisi masih menyala. Api kemudian membakar lahan di kawasan Bukit Kemelak.

Eno mengatakan, kejadian tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun.

Terlebih, kebakaran di lahan terbuka dapat dengan cepat meluas apabila mengenai rumput, ilalang, atau vegetasi kering.

0 Komentar