Ia mengapresiasi keberadaan empat anggota DPRD Kuningan dari Fraksi PPP yang disebutnya pernah menjabat sebagai ketua. Menurut Uu, pengalaman tersebut seharusnya menjadi modal untuk membangun satu kesatuan kekuatan partai.
Uu menegaskan, pelaksanaan Musancab merupakan amanat AD/ART partai sekaligus bagian dari konsolidasi struktur hingga tingkat bawah. Namun, ia juga mengingatkan PPP masih menghadapi tantangan dalam membangun popularitas, terutama di kalangan pemilih muda.
“Sukses partai itu ada tiga, salah satunya popularitas partai. Hari ini mungkin PPP tidak bisa menutup mata, popularitas di kalangan milenial maupun Gen Z masih redup. Maka kita harus populerkan lagi PPP,”ujarnya.
Baca Juga:Bakti Kolaborasi PDKB Libatkan 223 PersonelKukang Bertengger di Jemuran Warga, Damkar Kuningan Berhasil Evakuasi
Menurut Uu, popularitas menjadi penting karena akan memengaruhi kemampuan partai dalam mengenalkan diri sekaligus merekrut anggota baru. Karena itu, ia meminta struktur partai dan seluruh sayap organisasi diperkuat agar mampu menjangkau kelompok muda.
Musancab, lanjut dia, harus diposisikan bukan sekadar forum pergantian atau pembentukan kepengurusan, melainkan ruang konsolidasi politik untuk menyatukan kembali seluruh elemen partai.
Di sisi lain, Uu mengingatkan jajaran pimpinan agar tidak mengambil langkah yang dapat menimbulkan rasa tersisih di kalangan kader. “Saya titip jangan ada yang disakiti, dimarginalkan, diganti tanpa alasan dan tanpa mekanisme,”katanya.
Ia menilai, konflik internal dan keputusan organisasi yang tidak bijaksana, berpotensi membuat kader meninggalkan partai dan pada akhirnya melemahkan PPP dari satu pemilu ke pemilu berikutnya. Karena itu, Uu meminta para ketua partai di semua tingkatan mengedepankan kebijaksanaan dalam mengelola organisasi.
“Jangan sampai ada yang tersakiti sehingga ada yang keluar dari partai. Saya harap, di samping bijak juga harus bijaksana seorang pemimpin,”ujarnya.
Ia juga menekankan, pentingnya kesamaan spirit di seluruh tingkatan kepengurusan. Ketua dan sekretaris, wakil ketua hingga jajaran pengurus lainnya diminta tidak berjalan dengan agenda masing-masing.
“Jangan ada spirit yang berbeda. Harus satu pemahaman demi membesarkan partai. Ketua dan sekretaris harus solid, wakil ketua dan seluruh jajaran pengurus juga harus solid. Kalau masing-masing berjalan sendiri, partai akan semakin lemah,”kata Uu.
