Selain regulasi, sejumlah aspek lain perlu dipersiapkan, mulai dari kesiapan infrastruktur teknologi, tingkat literasi digital masyarakat hingga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu.
Karena itu, pembelajaran melalui pemilihan OSIS maupun simulasi pemilihan lainnya menjadi bagian dari proses persiapan.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, Slamet SAg MPd, menyambut positif penunjukan MAN 1 Cirebon sebagai lokasi percontohan.
Baca Juga:Pria Berbusana Perempuan Live TikTok di Depan Gedung BAT Cirebon, Diamankan Polisi dan Satpol PPPerpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan, Belum Turun Hujan, 5.914 Warga Argasunya Krisis Air Bersih
Ia menilai, pemilihan ketua OSIS melalui e-voting dapat menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses demokrasi secara lebih nyata.
Tidak hanya mengenal cara memberikan suara, siswa juga belajar menghadapi perbedaan pendapat, menyampaikan keberatan, dan memahami mekanisme penyelesaian sengketa.
“Intinya, memberikan pembelajaran demokrasi kepada siswa. Mereka belajar tentang proses pemilihan, termasuk bagaimana menyelesaikan sanggahan apabila terjadi persoalan dan siapa yang berwenang menentukan sah atau tidaknya suatu proses,” katanya.
Kata Slamet, pemilihan ketua OSIS secara serentak di lingkungan madrasah merupakan hasil kolaborasi Kemenag dengan KPU.
Sementara itu, MAN 1 Cirebon menjadi lokasi khusus untuk penerapan e-voting karena keterbatasan perangkat yang tersedia.
Kedepan, ia berharap penggunaan teknologi serupa dapat diperluas ke madrasah lain apabila regulasi dan sarana pendukung telah memadai.
Bagi Slamet, pemilihan ketua OSIS berbasis e-voting bukan sekadar program seremonial. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membiasakan generasi muda memanfaatkan teknologi sekaligus memahami prinsip demokrasi.
Baca Juga:Pimpinan Pelindo Regional 2 BergantiRSD Gunung Jati Tunggu Petunjuk Teknis, Warga Bisa Berobat Tanpa BPJS untuk Kasus Tertentu
“Melalui kolaborasi KPU dan Kemenag, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk belajar memilih, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas keputusan bersama,” pungkasnya. (sam)
