Pencarian Terhadap Reyhan; Siswa SMKN 1 Mundu Berlanjut

Gufron, Kuwu Japura Lor
TERUS BERKOORDINASI: Kuwu Japura Lor, Gufron, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik kapal di Pati untuk memantau perkembangan pencarian sekaligus mengetahui rencana tindak lanjut penanganan peristiwa yang dialami Reyhan Hermansyah. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

Sejumlah kru kapal sempat berusaha menolong Reyhan, tetapi ia terlepas dari pegangan mereka sebelum akhirnya menghilang. Sejak kejadian tersebut, keluarga di Desa Japura Lor terus menantikan kabar mengenai keberadaan anak sulung dari dua bersaudara itu.

Reyhan sendiri merupakan sosok yang rajin dan penurut. Juga punya tekad kuat untuk membahagiakan keluarga. Hal itu seperti diceritarakan Kadri (60), kakek Reyhan. Ia mengatakan cucunya bukan hanya sosok yang rajin dan juga penurut, tetapi juga anak yang memiliki tekad kuat untuk memperbaiki kehidupan keluarga.

Kadri masih mengingat bagaimana Reyhan selalu menyempatkan diri menghubungi keluarga setiap hari. Komunikasi itu tetap terjaga meskipun cucunya sedang menjalani PKL di luar daerah. Reyhan juga kerap mengabarkan kondisinya, termasuk ketika Kadri sedang menjalani perawatan di rumah sakit. “Setiap hari selalu ngabarin. Dia terlihat ceria. Waktu saya dirawat di rumah sakit, dia bilang cepat sembuh, biar nanti pas pulang saya bawain ikan yang besar,” kenang Kadri, Rabu lalu (14/10/2026).

Baca Juga:Demo Mahasiswa Jadi Alarm Soroti Kebijakan Pemkot Cirebon, Termasuk soal KPBU APJBupati Imron Meradang, Target PBB Masih Seret 

Ucapan sederhana tersebut kini membekas dalam ingatan Kadri. Ia tidak menyangka komunikasi yang selama ini terjalin rutin dengan cucunya akan berakhir dengan kabar kehilangan. Terlebih, pada malam sebelum kejadian, Reyhan masih sempat berkomunikasi dengan keluarga dan tak menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Keluarga baru mengetahui peristiwa tersebut setelah pihak sekolah dan pemilik kapal datang langsung ke rumah untuk menyampaikan kabar bahwa Reyhan terjatuh dari kapal dan hilang di laut. Kabar itu membuat orang tua Reyhan, Masni dan Ali, serta anggota keluarga lainnya terpukul.

Kadri mengatakan, keluarga sangat terkejut karena sebelumnya tidak pernah membayangkan kejadian tersebut akan menimpa Reyhan. Kesedihan itu bahkan membuat keluarga kehilangan selera makan. Mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa anak yang sehari-hari rajin berkomunikasi dengan keluarga kini belum diketahui keberadaannya. “Apalagi malamnya dia masih komunikasi dengan keluarga. Terlihat masih sehat. Kami benar-benar tidak menyangka kejadiannya seperti ini,” ujarnya.

Di balik kesedihan tersebut, Kadri mengenang besarnya keinginan Reyhan untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Sebagai anak sulung dari dua bersaudara, Reyhan memiliki cita-cita melanjutkan perjalanan hidup dengan bekerja di Jepang setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Mundu.

0 Komentar