Pengalaman serupa dialami Agus Bachtiar. Awalnya, ia mengira anaknya hanya sedang tidak enak badan ketika mendapat kabar bahwa anaknya mengalami muntah-muntah.
Agus kemudian menghubungi guru untuk memastikan kondisi siswa lainnya. Dari komunikasi tersebut, ia mendapat informasi bahwa sejumlah siswa juga mengalami gejala serupa setelah menyantap MBG.
Menurut Agus, anaknya mengeluhkan telur puyuh yang terasa asam. Keluhan serupa, kata dia, juga disampaikan sejumlah orang tua siswa lainnya. “Telurnya terasa asam,” ujarnya.
Baca Juga:Pencarian Terhadap Reyhan; Siswa SMKN 1 Mundu BerlanjutDemo Mahasiswa Jadi Alarm Soroti Kebijakan Pemkot Cirebon, Termasuk soal KPBU APJ
Informasi sementara menyebutkan siswa terdampak berasal dari sejumlah kelompok penerima manfaat di wilayah Kalijaga, termasuk SDN Taman Kalijaga Permai, SDN Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Namun, jumlah pasti korban dari setiap sekolah maupun kelompok penerima manfaat masih dalam pendataan.
Sementara itu, menyusul kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5 yang memasok makanan untuk para penerima manfaat dihentikan sementara.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan penghentian operasional dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. “SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.
Keputusan tersebut diambil menyusul dugaan kejadian yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Kendati demikian, penghentian sementara operasional SPPG tidak serta-merta memastikan sumber maupun penyebab kejadian, yang masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Yulian mengatakan, pihaknya masih memperbarui data korban. Penelusuran juga dilakukan untuk memastikan apakah keluhan serupa dialami penerima manfaat dari sekolah atau kelompok lain yang dilayani SPPG tersebut.
SPPG itu diketahui melayani sekitar 2.500 penerima manfaat setiap hari, dengan cakupan 15 kelompok penerima manfaat. Karena itu, pendataan diperluas untuk mengetahui kemungkinan adanya penerima manfaat lain yang mengalami keluhan serupa.
Baca Juga:Bupati Imron Meradang, Target PBB Masih Seret Lovanya Kembali ke Sekolah, Ingin Jadi Perawat dan Menolong Orang
Pemeriksaan sampel makanan dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa dan guru. Sayur sop dan telur puyuh menjadi menu yang mendapat perhatian setelah sejumlah siswa mengeluhkan rasanya yang asam.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu sebagai dasar untuk mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi berkaitan dengan keluhan kesehatan para korban.
