Ada Apa dengan Manchester United? Lawan Como Saja Babak Belur

Manchester United Como Liga Champions
KEOK LAGI: Manchester United kalah 1-4 dari Como, Kamis (22/10). Hal ini memicu sorotan terhadap strategi tim setelah Bruno Fernandes mengkritik pendekatan pressing. -FOTO: UEFA--
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan setelah takluk 1-4 dari Como dalam pertandingan fase liga di Liga Champions musim 2026/2027.

Kekalahan tersebut diwarnai kritik kapten Bruno Fernandes terhadap pendekatan taktik tim, yang kemudian ditanggapi pelatih Michael Carrick dengan menegaskan pentingnya intensitas dan kerja keras para pemain.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10) dini hari WIB, menjadi pukulan berat bagi Setan Merah.

Baca Juga:782 Anak di 18 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan, Ini yang Dilakukan BNPTTim Manajer Kontingen Kota Cirebon pada Porprov Jabar XV/2026 Gelar Monev ke Cabor-cabor

Hasil buruk itu sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan United menjadi tujuh pertandingan di seluruh kompetisi.

Bruno Fernandes, yang digantikan pada menit ke-67, menyoroti keputusan staf pelatih yang tidak menerapkan pressing man-to-man secara konsisten.

Menurut gelandang asal Portugal tersebut, pendekatan itu membuat Como memiliki keleluasaan untuk menguasai bola dan mengembangkan serangan.

“Ini keputusan staf untuk tidak melakukan pressing man-to-man dan terkadang membiarkan ruang di belakang, lalu mencoba merebut bola dengan menunggu lawan menguasai bola,” ujar Fernandes dalam keterangannya setelah pertandingan.

Ia menilai, terlalu banyak memberikan penguasaan bola kepada lawan, dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Fernandes pun berpendapat bahwa Manchester United seharusnya lebih berani menekan sejak area pertahanan Como agar permainan tuan rumah tidak berkembang.

Meski demikian, Fernandes menyadari bahwa keputusan mengenai strategi merupakan tanggung jawab manajer dan staf pelatih.

Baca Juga:Sagara Haornas Cup 2026 Diikuti 28 Tim SMA, Jadi Ajang Pengembangan Basket PelajarIni Cara Menangkal Propaganda IRET di Ruang Virtual Gim Online

Menanggapi komentar sang kapten, Carrick menjelaskan bahwa United sempat mencoba menerapkan pola pressing yang sebagian menggunakan pendekatan man-to-man pada babak kedua. Namun, strategi tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.

“Kami sebenarnya menerapkan pressing setengah man-to-man pada babak kedua, lalu kebobolan dari situ,” kata Carrick.

Pelatih United itu menegaskan bahwa keberhasilan sebuah strategi tidak hanya bergantung pada sistem yang diterapkan.

Menurutnya, para pemain juga harus menunjukkan intensitas, keberanian, serta kerja keras sepanjang pertandingan.

“Dan sistem apapun yang Anda mainkan, taktik apapun yang Anda gunakan, jika Anda tidak berlari, tidak berlari maju, dan tidak berlari mundur, Anda tidak akan menang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut semakin menyoroti perbedaan pandangan mengenai penyebab buruknya performa United.

0 Komentar