Karhutla Ciremai Mengkhawatirkan, Helikopter Disiapkan, Medan Terjal Jadi Tantangan Pemadaman

Karhutla Gunung Ciremai
CIREMAI TERBAKAR: Kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Ciremai terpantau dari udara pada Kamis (22/10/2026). Tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering membuat api sulit dikendalikan. FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- KUNINGAN- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lereng Gunung Ciremai sejak Rabu malam (21/10/2026) terus meluas. Tiupan angin kencang dan kondisi vegetasi yang mengering di tengah musim kemarau membuat api semakin sulit dikendalikan.

Pemda Kuningan pun menyiapkan langkah penanganan tambahan, termasuk mengupayakan pengerahan helikopter untuk pemadaman melalui udara atau water bombing. Hingga Kamis siang (22/10/2026), luas lahan terdampak masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar langsung meninjau lokasi kebakaran bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM. Bupati Dian yang baru tiba dari Jakarta setelah menghadiri pertemuan kedinasan, mendampingi langsung gubernur memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan darurat berjalan.

Baca Juga:Edo Ditantang Buka Bukti, SRCM: Jangan Cuma Ngaku Mundur, Buka SuratnyaKepala SPPG: Kami Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab hingga Korban Sembuh

Dian mengatakan, tantangan utama pemadaman terletak pada kondisi geografis lereng Ciremai yang terjal, berbatu, dan memiliki sejumlah tebing berbahaya. Apabila api menjalar ke kawasan tersebut, upaya pemadaman melalui jalur darat berpotensi semakin sulit dan membahayakan keselamatan petugas.

“Iya, tadi kita sudah ke atas mendampingi Pak Gubernur. Beliau memantau dan ikut langsung memberikan komando. Ini yang dikhawatirkan, kalau api sudah merambat ke lereng-lereng terjal dan berbatu, kemudian terus menjalar ke atas, tentu medannya akan sangat sulit dan berbahaya bagi operasi pemadaman darat,” ujar Dian kepada sejumlah awak media.

Mengantisipasi kebakaran yang semakin meluas, pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk mendatangkan dukungan pemadaman dari udara melalui helikopter. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya mempercepat penanganan, terutama pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau petugas dari darat.

“Selain itu, petugas juga menyiapkan pembuatan sekat bakar di sejumlah titik strategis. Upaya ini untuk menghambat pergerakan api, agar tidak semakin meluas,” ucapnya.

Meski demikian, lanjut Bupati Dian, pengerahan helikopter masih dalam tahap koordinasi. Sementara operasi pemadaman darat terus dilakukan dengan mengerahkan personel gabungan dari berbagai unsur.

“Penanganan ini melibatkan unsur TNI, termasuk Yonif dan Kodim, Polres Kuningan, BPBD, Perhutani Jawa Barat, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat peduli api,” sebutnya.

0 Komentar