RADARCIREBON.ID – Aktivitas pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon masih saja sepi. Dari sejumlah layanan yang tersedia, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) menjadi yang paling banyak didatangi masyarakat.
Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Siti Komariyah SKep Ners MAP mengakui, kondisi tersebut.
Menurutnya, layanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) masih paling ramai dibandingkan layanan lainnya.
Baca Juga:Yayasan GSN Salurkan 200 Becak Listrik dari Prabowo, Upayakan BPJS bagi Pengemudi Kurangi Risiko Banjir saat Hujan, Akhirnya DPUTR Normalisasi Saluran Irigasi Panguragan
“Yang sekarang ramainya hanya Disdukcapil,” kata Siti Qomariyah kepada Radar Cirebon, kemarin.
Dijelaskannya, pelayanan di MPP tetap berjalan. DPMPTSP juga menempatkan dua hingga tiga orang petugas untuk mendukung pelayanan di lokasi tersebut.
Oom–sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sejauh ini, ia mengaku belum menerima keluhan dari pengguna MPP.
“Kita sudah maksimal. Tidak ada komplain dari pengguna akses MPP,” terangnya.
Meski begitu, kata Oom, MPP yang masih sepi menjadi tantangan tersendiri. Keberadaan fasilitas ini tidak cukup hanya dengan menyediakan berbagai layanan dalam satu tempat. Masyarakat juga perlu mengetahui jenis layanan yang bisa diakses di sana.
“Sosialisasi menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya datang untuk mengurus dokumen kependudukan, tetapi juga memanfaatkan layanan dari instansi lain,” imbuhnya.
Padahal, MPP dibentuk untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu lokasi.
Kehadirannya diharapkan bisa menghemat waktu dan memangkas jarak pengurusan administrasi.
Baca Juga:Poltekkes Tasikmalaya Latih Kader Olah Sup Krim BergiziPolres Cirebon Kota Ungkap 12 Kasus Narkoba, 20 Tersangka
“Karena itu, tingkat kunjungan masyarakat perlu menjadi perhatian. Tujuannya agar MPP tidak sekadar menjadi fasilitas yang tersedia, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan publik terpadu di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (sam)
