Dengan demikian, peluang untuk menyaksikan dua wakil Garuda Jaya bertarung memperebutkan gelar juara terbuka lebar.
Namun, harapan tersebut harus pupus lebih awal. Berdasarkan hasil pertandingan, kedua tim justru dipertemukan pada babak perempat final atau delapan besar.
Duel sesama tim Garuda Jaya pun tidak terhindarkan. Ezra dan kawan-kawan dari Garuda Jaya Fighters harus menghadapi Putra dan rekan-rekannya yang memperkuat Garuda Jaya Warriors.
Baca Juga:Menata Masa Depan Sepak Bola Cirebon melalui Pembinaan dan Manajemen Profesional di SSBCegah Radikalisme dengan Memperkuat Peran Pesantren dalam Meningkatkan Literasi Digital Generasi Muda
Dalam pertandingan tersebut, Garuda Jaya Warriors tampil lebih unggul dan berhasil mengakhiri perlawanan Garuda Jaya Fighters dengan kemenangan telak tiga gol tanpa balas.
Hasil 3-0 itu memastikan Warriors melangkah ke babak semifinal, sedangkan perjalanan Fighters harus terhenti di babak delapan besar.
Sementara itu, langkah Garuda Jaya Warriors berlanjut ke semifinal dengan menghadapi SSB Bina Prestasi Merah Indramayu.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Kedua kesebelasan sama-sama berusaha mengembangkan permainan dan menciptakan peluang untuk mencetak gol.
Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan. Para pemain dari kedua tim berjuang keras untuk memecah kebuntuan, tetapi rapatnya pertahanan masing-masing membuat peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap bertahan 0-0.
Karena tidak ada gol yang tercipta selama pertandingan, penentuan tim yang berhak melaju ke final harus dilakukan melalui adu tendangan penalti.
Baca Juga:Ada Apa dengan Manchester United? Lawan Como Saja Babak Belur782 Anak di 18 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan, Ini yang Dilakukan BNPT
Dalam babak penentuan tersebut, SSB Bina Prestasi Merah Indramayu tampil lebih efektif. Tiga eksekutor mereka berhasil menjalankan tugas dengan baik dan mencetak gol ke gawang Garuda Jaya Warriors yang dijaga Diaz.
Sebaliknya, Garuda Jaya Warriors hanya mampu mencetak satu gol dalam adu penalti tersebut. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan SSB Bina Prestasi Merah Indramayu.
Kekalahan itu membuat Warriors gagal melaju ke partai final dan harus puas berbagi posisi juara ketiga.
Meski belum berhasil mencapai laga puncak, pencapaian dua tim KU 12 tahun dan KU 10 tahun tetap menjadi hasil positif bagi SSB Garuda Jaya.
Keberhasilan membawa pulang dua gelar juara tiga sekaligus menunjukkan konsistensi tim dalam mengembangkan kemampuan pemain muda.
