KKNMAs Rancang Peta Jalan 2026–2028: Dari Penguatan Wilayah hingga Ekspansi KKN Internasional

KKNMAs Rancang Peta Jalan 2026–2028: Dari Penguatan Wilayah hingga Ekspansi KKN Internasional
KKNMAs Rancang Peta Jalan 2026–2028: Dari Penguatan Wilayah hingga Ekspansi KKN Internasional
0 Komentar

SURAKARTA – Pengurus Pusat Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKNMAs) resmi menetapkan arah strategis organisasi untuk periode 2026–2028. Melalui Rapat Kerja Nasional yang digelar di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, pada 30–31 Oktober 2026, KKNMAs berkomitmen memperluas jangkauan program pengabdian sekaligus memperkuat kolaborasi antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Rapat kerja tersebut diawali dengan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan. Langkah ini diambil untuk memetakan capaian, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan kebutuhan pengembangan ke depan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Program Magang Kerja dan penyelarasan program prioritas di masing-masing bidang kepengurusan.

Untuk mendukung visi besarnya, kepengurusan KKNMAs 2026–2028 membagi peran ke dalam beberapa bidang strategis. Cakupannya meliputi pengembangan program, luaran dan publikasi ilmiah, hubungan masyarakat dan kerja sama, penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual, hingga pengembangan KKN internasional.

Baca Juga:Ancaman Banjir Mengintai di Akhir Tahun, BPBD Cirebon Siaga Bencana HidrometeorologiEagle Golf Tawarkan Promo Happy Hour

Terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus organisasi selama dua tahun mendatang. Pertama, penguatan jejaring kerja sama antar-PTMA untuk mengoptimalkan sumber daya perguruan tinggi. Kedua, pembinaan wilayah yang berbasis pada potensi lokal agar program pengabdian tepat sasaran dan sesuai karakteristik masyarakat. Ketiga, ekspansi program ke tingkat internasional guna memperluas kolaborasi lintas negara. Keempat, peningkatan kontribusi nyata di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Agenda ambisius ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Wakil Rektor V Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Supriyono, Ph.D., dalam acara pelantikan pengurus, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, KKN bukanlah sekadar formalitas akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Prof. Supriyono menegaskan bahwa interaksi mahasiswa dengan warga memberikan pengalaman belajar yang tidak didapatkan di ruang kelas. Melalui KKN, mahasiswa dihadapkan pada masalah nyata sehingga terlatih untuk mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan adaptasi, dan rasa tanggung jawab. “Kehadiran mahasiswa di masyarakat menjadi sangat penting untuk memberikan pengalaman serta mengimplementasikan ilmu yang selama ini didapat,” ungkapnya.

Di sisi lain, rapat kerja ini tidak hanya berfokus pada perumusan strategi, tetapi juga upaya mempererat soliditas internal. Pada hari kedua, Sabtu (31/10/2026), para pengurus menggelar kegiatan gathering dan river tubing. Kegiatan di alam terbuka ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan sebagai sarana membangun kedekatan personal, kekompakan, dan semangat kolaborasi antarpengurus yang berasal dari berbagai wilayah.

0 Komentar