RADARCIREBON.ID – Memasuki masa peralihan menuju musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi mulai menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.
Meski pada Oktober hingga November intensitas bencana diperkirakan masih relatif minim, ancaman banjir dan bencana akibat cuaca ekstrem diprediksi meningkat menjelang akhir tahun.
BPBD Kabupaten Cirebon pun mulai mematangkan berbagai langkah antisipasi. Kesiapan personel hingga logistik dan peralatan kebencanaan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Baca Juga:Eagle Golf Tawarkan Promo Happy HourCirebon Diguyur Hujan: Siaga Darurat Hidrometeorologi Basah Ditetapkan Mulai 1 November
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda mengatakan, pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Basarnas, serta BPBD kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, BMKG memaparkan potensi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi yang mulai memasuki periode akhir Oktober.
Namun, khusus untuk Kabupaten Cirebon, Oktober hingga November masih menjadi fase awal musim hujan. Karena itu, potensi terjadinya bencana diperkirakan belum terlalu tinggi.
“Memang dari hasil rakor bersama BMKG, Basarnas, dan BPBD se-Jawa Barat, sudah disampaikan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi mulai akhir Oktober. Tetapi untuk Kabupaten Cirebon, Oktober sampai November ini masih awal musim hujan sehingga potensi bencana diperkirakan masih relatif minim,” ujarnya.
Meski demikian, BPBD tidak ingin lengah. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cirebon justru berpotensi meningkat ketika memasuki penghujung tahun.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi cuaca di wilayah hulu, khususnya Kabupaten Kuningan.
Ketika kawasan hulu mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi, aliran air dapat berdampak terhadap wilayah Kabupaten Cirebon yang berada di bagian hilir.
Baca Juga:Pilkades Digital di Kuningan, Cepat Boleh tapi Harus Bisa Diperiksa: Sumedang Sudah, Kuningan MenyusulJanji Layanan Balik Nama Sertifikat Tanah Rampung 10 Hari
“Kalau melihat pengalaman sebelumnya, bencana hidrometeorologi biasanya mulai terjadi pada akhir tahun. Ketika wilayah hulu di Kuningan sudah mengalami hujan ekstrem, tentu dampaknya bisa dirasakan di Kabupaten Cirebon,” jelas Syamsul.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan debit air dari wilayah hulu berpotensi memicu luapan sungai hingga banjir di sejumlah kawasan Kabupaten Cirebon.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, BPBD mengaku telah menyiapkan berbagai kebutuhan penanganan bencana.
