RADARCIREBON.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Kelurahan Winduhaji, Kabupaten Kuningan, hingga menghanguskan bangunan beserta sebagian besar isinya. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp104 juta, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan kebakaran terjadi saat pemilik rumah, Arif (36), sedang berjualan. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia menerima kabar dari istrinya, Nur (38), bahwa rumah mereka terbakar.
Mendapat kabar tersebut, Arif langsung bergegas pulang. Namun, ketika tiba di lokasi, api sudah membesar. Warga sekitar pun telah berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca Juga:Cegah Bullying di Madrasah, MAN 2 Kota Cirebon Jadi Pelopor Madrasah Ramah AnakBPS Ungkap Garis Kemiskinan Kota Cirebon Rp571 Ribu per Kapita, 28 Ribu Warga Masih Miskin
Karena api semakin sulit dikendalikan, Ketua RT setempat kemudian menghubungi Call Center UPT Damkar Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan. Petugas segera diterjunkan ke lokasi guna melakukan pemadaman.
Sebanyak 10 anggota piket, satu staf tata usaha, dan dua unit kendaraan operasional dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Penanganan dilakukan bersama anggota Polsek Kuningan, Koramil Kuningan, pegawai Kelurahan Winduhaji, serta dibantu masyarakat sekitar,” jelas Andri.
Berdasarkan hasil pendataan, rumah permanen berukuran 9 x 7 meter itu dihuni enam orang, yakni Arif bersama istri dan empat anaknya. Mereka adalah Afika (14), Zidan (11), Zepan (5), serta bayi berusia empat bulan bernama Zayan.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada rangkaian kabel utama di bagian atap rumah. Dugaan ini diperkuat keterangan pemilik rumah yang menyebutkan bahwa sekitar sebulan sebelumnya, pekerja renovasi sempat menemukan persoalan pada instalasi kabel.
Api pertama kali terlihat dari atap bagian belakang, kemudian merambat ke bawah hingga membakar seluruh bangunan. Sejumlah barang yang hangus di antaranya tiga spring bed, televisi, kulkas, kompor gas, tiga sepeda, etalase kaca, lemari plastik, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
Andri menyebutkan, kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp104 juta. Petugas juga menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit.
Baca Juga:Cakra Kritik Pola Komunikasi Eksekutif: Sebagai Mitra Kerja, DPRD Kecewa Tak Diundang Pelantikan Direksi BUMD32 Personel Polres Kuningan Ikuti Pelatihan Jurnalistik
Damkar Kuningan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat instalasi listrik, penggunaan kompor dan tabung gas, serta aktivitas pembakaran sampah. (ags)
