Bukan Libur, Tapi Pindah Belajar, Pulang Cepat, Siswa Ada yang ke Mall dan Bioskop

Bukan Libur, Tapi Pindah Belajar, Pulang Cepat, Siswa Ada yang ke Mall dan Bioskop
NGEMAL: Sekelompok siswa membeli tiket bioskop di salah satu mal setelah mengikuti pengarahan di sekolah, Senin (16/3). Meski sempat dijadwalkan akan kembali buka,; namun pengelola bioskop kembali menunda operasional. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Maksud
pemerintah menginstruksikan agar sekolah belajar di rumah, rupanya belum
dipahami sebagian siswa. Pasca dipulangkan lebih cepat setelah menerima
pengarahan oleh sekolah, beberapa dari mereka justru kedapatan kongko di mal.
Ada juga yang nonton film di bioskop.

Seperti diketahui, Walikota Cirebon, Drs H Nasrudin Azis SH menginstruksikan
siswa belajar di rumah untuk meminimalisasi penyebaran virus corona (Covid-19)
melalui kontak antar warga. Selama 14 hari, pelajar dibebankan tugas atau
pembelajaran melalui media daring.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam pengawasan orang tua
dimulai sejak Senin (16/3) hingga Minggu (29/3). Orang tua diimbau proaktif.
Mengawasi anak, jangan sampai memanfaatkan situasi dengan bebas berkeliaran di
luar rumah. Seperti mengunjungi bioskop, warnet, mall, dan sebagainya.

Baca Juga:Ramai Isu Lockdown, Komisi VIII DPR: Melindungi Masyarakat Jangan Sampai Menyusahkan950 Madrasah DTA Diliburkan 2 Pekan

Masing-masing sekolah memiliki kebijakan tersendiri. Seperti
SMPN 5 Kota Cirebon, yang menginstruksikan orang tua untuk tidak membawa
anaknya berlibur ke luar kota. “Jadi 2 minggu itu bukan untuk berlibur, tapi
betul-betul untuk belajar di rumah,” ujar Kepala SMPN 5 Kota Cirebon Hj Kanti
Rahayu SPd MM, kepada Radar Cirebon, Senin
(16/3).

Kanti mengatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran (SE)
kepada orang tua siswa berdasarkan Instruksi Walikota Cirebon 443.1/427-Disdik
dan SE Dinas Pendidikan Kota Cirebon Nomor 443/0608/DISDIK/2020 tentang
kesiapsiagaan dan pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan di Kota Cirebon.

Tugas sekolah diberikan guru kepada siswa selama mereka
belajar di rumah dengan pengawasan orang tua. Setelah 14 hari tugas diberikan,
para siswa memiliki kewajiban untuk menyerahkan tugas tersebut saat mereka
mulai kembali ke sekolah. SMP yang berlokasi di Jl Wahidin itu memiliki lebih
dari 980 siswa. Dan terbagi menjadi 30 rombongan belajar.

Metode pembelajaran di rumah memanfaatkan media
telekomunikasi berbasis internet. Seperti Email ataupun WhatssApp yang
terhubung antara siswa dan guru. “Kami juga menghimbau kepada bapak/ibu melalui
anak-anak, arisannya dihentikan dulu. Intinya, untuk melaksanakan PHBS
(perilaku hidup bersih dan sehat) setiap saat,” tandasnya.

BELAJAR ONLINE DAN
KENDALANYA

Belajar di rumah dengan memanfaatkan jaringan internet diprediksi
memiliki sejumlah kendala. Seperti gangguan sinyal hingga belum meratanya siswa

0 Komentar