Cuci Tangan Tak Membunuh Virus

Cuci Tangan Tak Membunuh Virus
Ilustrasi cuci tangan Foto YouTube
0 Komentar

JAKARTA
Mencuci tangan ternyata tak mampu membunuh virus yang ada di tubuh manusia.
Cuci tangan hanya mengurangi bakteri. Pakar kesehatan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Telly Kamelia mengatakan
kegiatan mencuci tangan adalah salah satu upaya mengurangi bakteri.

Cuci tangan tidak sama
sekali mampu membunuh virus dalam tubuh manusia. “Sebenarnya tujuan kita cuci
tangan itu menurunkan kuman, jadi tidak 100 persen menghilangkan kuman di
tangan,” katanya di Jakarta, Jumat (6/3).

Menurutnya, masyarakat
masih banyak yang salah kaprah mengartikan cuci tangan menggunakan sabun dapat
membunuh mikroba. Padahal hal tersebut hanya mengurangi. Terlebih saat ini masyarakat
begitu yakin mencuci tangan dengan hand sanitizer atau pembersih tangan dan
disinfektan dapat membunuh virus corona. Padahal keduanya digunakan untuk
membasmi kuman bukan virus. “Secara logika harusnya antivirus. Kalau bakteri
baru antibiotik,” katanya.

Baca Juga:10 WNA Ajukan Izin Tinggal Darurat ke Imigrasi CirebonSetelah Umrah, Agenda Haji Bisa Terdampak

Dengan demikian, kata
Telly, tujuan menggunakan pembersih tangan dan disinfektan adalah untuk menjaga
tangan tetap bersih. Sehingga prevalensi kuman yang masuk ke mulut dapat dikurangi.
Untuk mengantisipasi virus corona, Telly menganjurkan agar mengonsumsi makanan
empat sehat lima sempurna secara rutin. Selain itu, vitamin C dalam dosis
tinggi diyakini efektif dalam preventif virus termasuk corona. “Jadi di China
sendiri sudah ada penelitian uji klinis menggunakan vitamin C dosis tinggi,”
katanya.

Selain itu, Telly juga
mengatakan rantai penularan virus corona dari binatang ke manusia masih bisa
terjadi, walaupun prevalensinya saat ini sudah kecil. “Virus corona ini masih
ada diakui penularannya dari makanan yang tidak matang dan masuk ke dalam
saluran cerna manusia. Jadi ini artinya berasal dari hewan, bukan manusia,”
katanya.

Makanan yang dimaksud
menjadi penyebar virus corona tersebut berasal dari hewan yang dimakan mentah
atau kurang matang. Namun kondisi itu kecil, yakni hanya sekitar tiga persen. Diakuinya,
penyakit tersebut awalnya diketahui berasal dari binatang ke manusia, namun
penularannya saat ini juga terjadi dari manusia ke manusia.

“Jadi posisinya adalah
rantai penularannya itu dari binatang ke manusia, lalu prevalensi menjadi lebih

0 Komentar