Efektivitas Rekayasa Lalu Lintas Selama Pandemi

Efektivitas Rekayasa Lalu Lintas Selama Pandemi
Grafis Radar Cirebon.
0 Komentar

Penyekatan jalan dan penutupan sebagian ruas jalan di waktu tertentu, menuai kritik. Dalam pelaksanaannya, justru memindahkan kepadatan ke ruas jalan lainnya. Korelasi memutus mata rantai penyebaran virus dengan menutup jalan pun dipertanyakan.

SAMPAI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) periode ketiga, menutup beberapa ruas jalan pada jam tertentu masih menjadi pilihan Pemerintah Kota Cirebon. Di samping penyekatan di beberapa akses keluar masuk kota.
Namun, meski diklaim efektif, dalam pelaksanaannya di lapangan justru banyak lubang. Misalnya penyekatan di akses keluar masuk kota yang hanya dilakukan pada jam tertentu. Sementara di dalam kota penutupan beberapa ruas jalan malam menimbulkan titik kemacetan baru.
Sebagai informasi, penutupan ruas jalan di Kota Cirebon diberlakukan di Jl RA Kartini-Simpang Empat Gunung Sari. Jl Siliwangi Selatan atau Simpang Empat Kejaksan. Jl Dr Cipto Mangunkusumo-Simpang Empat Gedung Pusdiklatpri. Jl Nyimas Gandasari (Simpang Tiga Nyi Mas Gandasari, Jl Gudang).
Kemudian Jl Pasuketan (Simpang Tiga Pasuketan, Jl Talang). Lokasi selanjutnya di Jl Kanggraksan (Simpang Tiga Jendral Sudirman, Katiasa Raya). Kemudian titik selanjutnya masih berada di Jl Kanggraksan atau tepatnya di Simpang Tiga Kalitanjung-Jl Evakuasi. Dan titik terakhir atau kedelapan, Simpang Empat Kalijaga Permai di Jl Ciremai Raya.
Pemerhati Lalu Lintas, Ade Sunarjo Danu menyatakan, tujuan dari PSBB dan penyekatan maupun penutupan jalan sama sekali berbeda. Implementasinya di lapangan malah tidak lagi mencerminkan tujuan dari PSBB itu sendiri. “Menurut saya memang tidak efektif. PSBB, setahu saya tujuannya membatasi akses masuk. Bukan membuat orang yang ada di dalam wilayah kota jadi berputar-putar,” tutur Ade, kepada Radar Cirebon.
Dia mencontohkan titik penyekatan di beberapa pintu masuk kota. Pemeriksaannya malah longgar. Kendaraan bebas luar masuk tanpa pemeriksaan. Tapi begitu masuk wilayah kota, penutupan jalan justru dilakukan.
Misalnya Jl Evakuasi-Kalitanjung. Ruas jalan ini tidak bisa diakses dari arah sumber, tapi pengendara bisa berbelok kiri ke Jl Evakuasi dan selanjutnya bisa ke ruas jalan lain yang dikehendaki. Termasuk ke Jl Kanggraksan.

0 Komentar