Berita Terkini

MotoGP Sudah di Depan Mata

Presiden Jokowi meninjau sejumlah fasilitas untuk mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022. Jokowi juga memimpin rapat terbatas mengenai evaluasi persiapan pelaksanaan MotoGP Mandalika 2022 di Hotel Kuta Mandalika, NTB, Kamis sore (13/1).

Situasi Lancar, Perlu Dipertahankan sampai Pergantian Tahun

Senin hari ini (27/12) sudah masuk minggu terakhir di tahun 2021. Skema pengendalian lalu lintas menyambut tahun 2022 telah ditentukan. Beruntung masih bertengger di PPKM Level 1, Kota Cirebon bisa merayakan tahun baruan tanpa harus melalui jalan tikus untuk melakukan mobilisasi.

Kawasan Industri Losari Jilid II

Wilayah Losari masih menjadi magnet untuk investor masuk ke Kabupaten Cirebon. Setelah beberapa tahun lalu dilirik PT Kings Property Indonesia (KPI) dan kemudian bermasalah, bahkan masuk bidikan KPK, kini kawasan di wilayah timur Cirebon itu dilirik PT Kawasan Industri Cirebon (KIC).

Petani Panen, Impor Justru Masuk

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan peninjauan lokasi lumbung pangan (food estate) dan menanam bawang merah bersama petani di Bansari, Kabupaten Temanggung, Jateng, Selasa (14/12).

Berlakukan Ganjil-Genap di Jalur Tol

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan kebijakan ganjil-genap di jalan tol untuk menekan tingkat mobilitas masyarakat selama libur natal 2021 dan tahun baru 2022. Ini dilakukan demi menekan penyebaran Covid-19.

Normal, tapi Masih Mengancam

Varian baru Covid-19 terus bermutasi. Akhir November ini varian Omicron buat waswas negara-negara di dunia. Termasuk Indonesia. Di Cirebon, PPKM Level 1 semakin membuat keadaan terlihat normal. Dari 11 rumah sakit (RS) di Kota Cirebon, hanya 1 RS yang merawat pasien Covid-19. Itu pun hanya 3 pasien.

Panas, PDIP Sebut SBY Banyak Rapat

PDIP menegaskan model kepemimpinan Presiden Joko Widodo berbeda dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama memerintah 10 tahun, tepatnya 2004 hingga 2014, SBY disebut lebih banyak mengadakan rapat dan tak mengambil keputusan.

Duduk Bersama dan Legawa Mundur

Mengurai benang kusut di Keraton Kasepuhan butuh waktu panjang. Belum tentu juga bisa terselesaikan dengan cara musyawarah. Tapi bukan mustahil. Kalau saja masing-masing pihak mau duduk bersama. Toh dalih mereka meluruskan sejarah. Tak ada yang terang-terangan haus kekuasaan.

Masjid, Gereja, Pura, dan Vihara Hanya Dipisah Tembok

Di satu lingkungan, ada empat rumah ibadah berbeda. Yaitu masjid, pura, gereja dan vihara. Letaknya berdekatan. Hanya dipisah tembok dan jalan. Umatnya saling hidup rukun. Lingkungan sekitar masih asri. Tak heran kalau sering jadi rujukan program kampung iklim (proklim) lestari.

Berita Terkini Lainnya

Anak-anak Menunggu Surak hingga Rekreasi Sungai Naik Perahu

Makam/Petilasan Pangeran Drajat telah banyak berubah. Semakin surut pengunjung. Dulu, bukan hanya sebagai wisata sejarah. Tapi tujuan rekreasi. Pun kini tiap hari selalu ada yang datang. Tapi bukan untuk ziarah. Mereka adalah warga sekitar yang menunggu surak (saweran).

Astana Garib: Kompleks Pemakaman yang Tersembunyi

Berada di antara Keraton Kanoman dan Kacirebonan, Kampung Astana Garib bisa menjadi kawasan wisata yang potensial. Keberadaan makam tokoh penyebar Islam terkenal, Syekh Maulana Maghribi, menjadi daya tarik utama. Selain itu ada juga beberapa makam kuno yang hingga kini belum banyak diketahui asal-usulnya.

Masjid Futuristik Telan Rp4,9 M

  MAJALENGKA – Pembangunan masjid serta taman di sekitarnya menelan angka Rp4,9 miliar. Bangunan unik dengan gaya futuristik itu berada...

Ingin Wisata Kampung Arab Segera Terwujud

Kawasan Panjunan sudah lama digadang-gadang jadi Kampung Arab. Pusatnya di Masjid Merah di RW 08 itu. Wilayah sekitar akan dijadikan kawasan khusus. Jalan sekeliling ditutup saat Kamis-Jumat tiap pekan. Wisata religi dan kuliner jadi satu. Cenderamata dari gerabah hingga buah tangan rumahan tinggal menunggu diberdayakan.

Pedati Gede di Antara Mural Kekinian, Wayang Kulit Tiap Satu Suro

Tiap malam satu suro, tepat di sisi Situs Pedati Gede selalu digelar pagelaran wayang kulit. Berlangsung selama 24 jam. Jeda hanya ketika masuk waktu salat. Pagi ketemu pagi. Di siang hari, wisatawan dibuat lebih berwarna. Melalui mural di sekitaran gang masuk menuju pedati yang dibuat Pangeran Cakrabuana tahun 1371 tersebut.

Kriyan Barat Hadirkan Ikon Baru; Batik Pewarna Alami

Kampung Kriyan Barat di RW 17 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, dikenal sebagai sentra batik dengan pewarna alami di Kota Cirebon. Kampung dengan padat penduduk ini juga punya potensi wisata lain yang bisa dikembangkan. Misalnya kawasan Kali Kriyan serta pemukiman yang berada di sekitar bantaran rel kereta api. Bisa disulap menjadi berwarna-warni. Selayaknya kampung pelangi Jodipan di Malang, Jatim.

Akhir Pekan Mulai Menggeliat

    MAJALENGKA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka mengklaim akhir pekan lalu sejumlah objek wisata mulai ramai...

Akhir Pekan Mulai Menggeliat

    MAJALENGKA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka mengklaim akhir pekan lalu sejumlah objek wisata mulai ramai...