RADARCIREBON.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sudah memetakan kekuatan akomodasi bagi jamaah haji Indonesia di Makkah yang tersebar di lima wilayah strategis pada penyelenggaraan haji tahun ini. Wilayah tersebut meliputi Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah yang terbagi ke dalam sepuluh sector operasional.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah Ihsan Faisal menjelaskan bahwa penempatan jamaah dilakukan berbasis embarkasi dengan kapasitas hotel yang bervariasi. Adapun jumlah keseluruhan akomodasi yang telah disiapkan untuk jamaah haji di Makkah adalah 177 hotel.
“Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jamaah berbasis embarkasi,” ujar Ihsan saat memaparkan peta akomodasi di Kantor Daker Makkah, dikutip pada Minggu (26/4/2026).
Baca Juga:Sengketa Tanah Kembali Mengemuka, Saling Klaim Warga Margasari dan TNI ADSebanyak 441 Calhaj Kloter 5 Kabupaten Cirebon Resmi Dilepas, 25 April 2026 Terbang dari Kertajati
Ihsan kemudian merinci 10 sektor akomodasi jamaah haji Indonesia di Makkah tahun ini. Misalnya Sektor 1, mencakup 32 hotel dengan nomor kode 101 hingga 132, Sektor 2 mencakup 22 hotel. Wilayah ini juga berada di kawasan Syisyah yang sangat dekat dengan pusat kota (lihat grafis).
SISTEM PENOMORAN HOTEL
Ihsan menjelaskan bahwa setiap hotel memiliki kode. Angka pertama pada kode hotel menunjukkan sektor, sedangkan angka berikutnya menunjukkan urutan hotel di sektor tersebut.
Sistem ini memudahkan identifikasi lokasi akomodasi setiap jamaah. Skema ini diharapkan mempermudah koordinasi petugas dalam memberikan layanan katering dan kesehatan bagi jemaah di setiap sektornya.
Ihsan juga menegaskan bahwa seluruh layanan terkhusus layanan akomodasi, transportasi hingga konsumsi di Makkah dapat digunakan dan telah disiagakan untuk melayani jamaah haji. Adapun layanan akan beroperasi saat pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah mulai 1 Mei 2026.
“Kita sudah menginstruksikan kepada para Kepala Sektor untuk segera memulai mengecek seluruh hotel-hotel, termasuk fasilitas dalamnya, tempat tidur, kamar mandi, fasilitas ruang makan, musala, lobi, dan lain sebagainya,” ujar Ihsan.
Layanan yang juga tidak kalah penting, kata Ihsan, yaitu layanan konsumsi. Menurutnya, jamaah haji akan mendapatkan 3 kali makan setiap harinya. Bahkan, tim advance Kemenhaj telah mengecek berulang kali ke dapur-dapur penyedia layanan konsumsi untuk memastikan tidak ada kendala.
