RADARCIREBON.ID- Aksi sigap Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Cirebon kembali membuahkan hasil. Seorang bocah laki-laki yang tangannya terjepit di sela-sela besi cor pondasi bangunan di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, berhasil dievakuasi dengan selamat.
Peristiwa itu terjadi Sabtu sore (25/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi persisnya di area persawahan Blok Siglodogan. Saat itu, korban tengah mencari ikan di pematang sawah. Berdasarkan keterangan saksi, bocah tersebut melihat ikan masuk ke lubang di antara tumpukan batu dan rangka besi pondasi bangunan yang belum selesai.
Tanpa curiga, korban memasukkan tangannya ke dalam lubang untuk menangkap ikan. Namun nahas, tangannya justru terjepit dan tidak bisa ditarik keluar. Ia beberapa kali mencoba melepaskan tangannya, tapi tak bisa. Si bocah mulai panik. Apalagi hari mulai malam. Beruntung, ada rekannya yang lain.
Baca Juga:Sengketa Tanah Kembali Mengemuka, Saling Klaim Warga Margasari dan TNI ADSebanyak 441 Calhaj Kloter 5 Kabupaten Cirebon Resmi Dilepas, 25 April 2026 Terbang dari Kertajati
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke warga. Seketika warga berdatangan dan berupaya memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Mereka kemudian menghubungi Pos Damkar Sektor Palimanan sekitar pukul 17.10 WIB.
Kabid Pemadam Kebakaran, Sarana Prasarana, dan Penyelamatan pada Disdamkarmat Kabupaten Cirebon Eno Sudjana mengatakan pihaknya merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian. “Tim dari Regu 3 Sektor Palimanan tiba di lokasi sekitar empat menit setelah menerima laporan. Kami langsung melakukan upaya evakuasi dengan peralatan yang ada,” ujar Eno.
Dalam proses penyelamatan, petugas menggunakan sejumlah alat seperti linggis untuk merenggangkan celah pondasi, gunting besar, serta kampak. Petugas juga memanfaatkan peralatan milik warga sekitar untuk mempercepat proses evakuasi.
Eno menegaskan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati guna menghindari cedera lebih parah pada korban. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar tangan korban tidak terluka akibat gesekan besi maupun beton. Alhamdulillah, setelah beberapa saat, tangan korban berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih berhati-hati saat bermain di area yang berpotensi berbahaya, seperti lokasi bangunan yang belum selesai. “Pengawasan dari orang tua juga sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuh Eno. (*)
