RSDGJ Ajukan Rp5 M Beli PCR dan Reagen

PENANGANAN-PASIEN-SUSPECT-CORONA-RSDGJ
Rumah Sakit Daerah Gunung Jati. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RUMAH Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati mengupayakan dapat membeli alat uji Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), untuk metode baru dalam pemeriksaan corona virus disease-2019 (covid-19).
Kemandirian dalam pengadaan tes diharapkan dapat mempercepat memperoleh hasil pemeriksaan swab. Juga mempercepat pemeriksaan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang yang teridentifikasi dari hasil tracing kontak pasien positif.
Direktur RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamaludin mengaku telah mengajukan refocusing anggaran dari dana bantuan gubernur (bangub) yang awalnya dihibahkan ke RSD GJ. Realokasi guna pengadaan alat PCR ini. Tidak kurang dari Rp5 miliar yang digelontorkan untuk pembelian perangkat ini.
“Sesuai dengan kesepakatan, kami akan melakukan pengadaan alat tersebut melalui dana refocusing bantuan gubernur. Sudah dapat persetujuan dari tim gugus tugas kota sampai provinsi sudah acc, tinggal sekarang menunggu pengadaan barangnya,” ujar Ismail, kepada Radar Cirebon, Selasa (28/4).
Selain membeli PCR, RSDGJ membeli secara paket berikut reagen pemeriksaan 3 ribu pieces. Jumlah tersebut bisa saja kurang, apabila pemeriksaan juga dilakuka untuk warga luar kota. Tapi pengadaan reagen bisa ditambah dengan usulan melalaui APBD maupun belanja tidak terduga (BTT).
Sedangkan dari sisi sumber daya manusia, tengah disiapkan dan dilatih delapan orang untuk mengoperasikan PCR. Mereka adakan gen expert di laboratorium RSD GJ, ditambah 2 orang cadangan, dan 2 orang dari dinas kesehatan.
Menurutnya, kapasitas maksimal alat buatan Amerika Serikat tersebut bisa mencapai 400 per shift kerja. Sebab, untuk proses 1 putaran bisa diisi 96 sampel, dengan waktu kurang lebih 45 menit.
Dengan gambaran kerja tiga shift dengan masing-masing 3-4 jam, setidaknya bisa memeriksa 400 sampel swab. Atau maksimal 1.200 untuk tiga shift. “Itu maksimal, pada praktiknya disesuaikan dengan kebutuhan,” tuturnya.
Pihaknya memasang target alat ini sudah bisa digunakan pada 10 Mei mendatang. Dengan tes masal PCR, diharapkan dapat dilakukan penanganan covid-19 yang lebih terfokus. (azs)

0 Komentar