RADARCIREBON.ID – Tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu Palimanan kembali meluber hingga ke badan jalan, Senin, 2, Maret 2026.
Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat sekaligus memicu kemacetan di ruas jalan.
Pantauan di lokasi, sebagian badan jalan tertutup sampah yang menggunung.
Saat truk pengangkut melakukan pemuatan, arus lalu lintas tersendat karena kendaraan harus bergantian melintas di ruang yang tersisa.
Baca Juga:Perdagangan Perbatasan Tumbuh, 530 Kg Ikan Diekspor ke SarawakRatusan PJU Mati di Jalur Pantura, Dishub Cirebon Segera Lapor ke Kemenhub
Sejumlah warga terlihat menutup hidung akibat aroma busuk yang semakin menyengat saat siang hari.
Septi, pedagang di sekitar TPS, mengaku kondisi itu sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, meski pengangkutan dilakukan setiap hari, volume sampah tetap tak mampu terimbangi.
“Baunya menyengat, jalannya juga jadi sempit dan becek. Pembeli jadi tidak nyaman,” ujar dia saat ditemui di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Ia menduga sampah yang menumpuk bukan hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga dari warga luar wilayah yang membuang sampah rumah tangga ke TPS tersebut, terutama pada malam hari.
Sementara itu, petugas kebersihan Pasar Minggu Palimanan, Agus, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengangkutan sebanyak dua rit setiap hari.
Secara perhitungan, jumlah tersebut seharusnya cukup untuk menampung produksi sampah dari pasar dan lingkungan sekitar.
Baca Juga:Menag Klarifikasi soal Zakat, Ajak Penguatan Ekonomi Syariah Lewat Wakaf dan Filantropi IslamKDM Bakal Sapa Warga Kuningan, Bupati: Momentum Silaturahmi Penuh Makna
“Setiap hari dua rit kami angkut. Kalau hanya dari pasar, sebenarnya cukup,” katanya.
Namun, Agus mengungkapkan kendala terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA). Alat berat di TPA mengalami kerusakan sehingga proses pembongkaran sampah menjadi lambat.
Selain itu, kondisi jalan menuju TPA yang licin akibat musim hujan membuat armada harus ekstra hati-hati dan mengantre lebih lama.
“Alat beratnya rusak, jadi bongkar muatnya lama. Ditambah jalan licin karena hujan, armada jadi antre,” jelasnya.
Di sisi lain, banyaknya warga dari luar kawasan pasar yang membuang sampah sembarangan ke TPS turut memperparah penumpukan.
Karena lokasinya berada di jalur yang sering dilewati, tak sedikit orang yang sengaja singgah untuk membuang sampah saat melintas.
Akibatnya, meski pengangkutan dilakukan rutin, tumpukan sampah tetap meluber hingga ke jalan, mengganggu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
