“Kalau ada kendala dan kesulitan silakan hadir dan datang ke SMAN 2. Kita juga siapkan panitia yang ada di Aula SMAN 2 di belakang, Student Activity Center. Jadi sekali lagi saya sampaikan, bagi yang ingin mendaftarkan ke SMAN 2, cukup online melalui akun yang sudah dimiliki calon peserta didik,” tegasnya.
Berbagai prasyarat yang harus di-upload, sambung Nendi, tentu saja harus memiliki akun dan password, kemudian KK, KTP orang tua, akta lahir, dan kartu peserta ujian SMP. Ditambah dengan surat pertanggungjawaban mutlak orang tua yang bisa di-download di link PPDB lalu dicetak, ditempeli materai Rp10 ribu dan ditandatangani orang tua, kemudian di-scan kembali.
“Semua bisa memantau PPDB Online ini. Setiap orang bisa memantau dalam website PPDB Jabar. Sejak awal nanti tanggal 6 sampai 10 Juni. Tapi pada saat kelulusan, ada rapat dewan guru, mana yang layak. Dan ada verifikasi sesuai jalur atas kebenaran data yang di-upload,” katanya.
Masih kata Nendi, bagi para calon peserta didik yang khususnya ingin mengambil melalui jalur prestasi, diharapkan senantiasa melampirkan sertifikat prestasi kejuaraan, ditambah dengan foto anak sedang memegang piala atau piagam.
“Kalau menggunakan jalur mutasi orang tua, maka tentu harus ada keterangan atau surat keputusan (SK) yang diterima oleh orang tua yang bersangkutan, di instansi terbaru dan terdekat dengan sekolah yang dituju. Mudah-mudahan PPDB tahun ini bisa berjalan lancar. Dukungan yang baik diharapkan bisa terus disampaikan demi tercapainya PPDB transparan, akuntabel, dan objektif,” katanya.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Sumber Kasanudin Johari saat dihubungi Radar mengatakan segala bentuk persiapan pelaksanaan PPDB sudah disusun jauh-jauh hari dan dipastikan tidak ada kendala. “Persiapan kita semua aman. Kami yakin pelaksanaan PPDB lancar tanpa kendala karena sudah kita siapkan jauh-jauh hari,” ujarnya, kemarin.
Dikatakan, setelah tahap afirmasi selesai, maka nantinya akan disusul dengan tahap zonasi. di mana penerimaan siswa didik menyesuakan dengan jarak sekolah dengan rumah. “Jadi teknisnya nanti dua tahap. Ada afirmasi dan zonasi,” imbuhnya.
Untuk penentuan rombongan belajar (rombel) dan jumlah siswa dalam satu kelas, masih kata Kasanudin, sudah ditentukan. Contohnya di SMAN 1 Sumber, di mana satu kelas nantinya akan diisi oleh 36 siswa. “Jadi kita juga harus menghitung jika ada siswa yang tidak naik kelas, jumlah per kelasnya 36,” bebernya.
Saatnya Berebut Sekolah
