Desa Bulak Lor Mulai Digitalisasi Bansos Lewat Aplikasi Mobile Kolaborasi dengan Polindra

Politeknik Negeri Indramayu
ANTUSIAS: Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas, Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) sangat diapresiasi warga di Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Indramayu. FOTO: ADUN SASATRA/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

JATIBARANG – Nuansa akrab dan penuh antusiasme terlihat di Balai Desa Bulak Lor pada 18 Juli 2025, saat perangkat desa dan perwakilan warga mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas, Politeknik Negeri Indramayu (Polindra).

Mengusung tema “Digitalisasi Bansos dengan Aplikasi Mobile: Mewujudkan Transparansi dan Efisiensi di Desa Bulak Lor”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah desa dalam menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.

Ketua tim pengabdi, Renol Burjulius ST SH MH MKom bersama tim dosen dan mahasiswa, memperkenalkan sebuah aplikasi mobile yang dirancang untuk mendigitalisasi proses penyaluran bantuan sosial (bansos) di tingkat desa.

Baca Juga:Duh! Warga Kerandon Hidup di Rumah Tidak Layak HuniBapanas Ajukan Tambahan Anggaran Rp22,53 Triliun untuk Perkuat Ketahanan Pangan 2026

Aplikasi ini dikembangkan sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, seperti keterbatasan data terintegrasi dan pengelolaan administrasi yang masih manual.

“Lewat program ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa digunakan secara praktis dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan bansos,” ujar Renol saat memberikan pelatihan.

Dalam kegiatan ini, para perangkat desa mendapatkan pelatihan teknis, mulai dari input data penerima, verifikasi, hingga pelaporan bansos secara digital.

Simulasi penggunaan aplikasi dilakukan langsung dengan menggunakan perangkat ponsel, dan warga yang hadir tampak antusias mencoba fitur-fitur yang ada.

Salah satu warga menyampaikan kesannya. “Kegiatan seperti ini sangat berguna. Kami jadi tahu ada cara yang lebih mudah dan transparan dalam mengelola bantuan,” ujarnya.

Kepala Desa Bulak Lor, H Ali Sadikin mengapresiasi kegiatan ini dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju digitalisasi pelayanan desa.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Ini adalah awal yang baik bagi kami untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Semoga ke depannya Desa Bulak Lor bisa menjadi contoh desa yang siap menuju pemerintahan modern,” ungkapnya.

Baca Juga:Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Cirebon Bangun Sumur Artesis di 5 Desa Rawan Krisis Air BersihPWNU Jabar Dorong Transformasi Pertanian di Indramayu, Kenalkan Inovasi Panen Empat Kali dari Satu Kali Tanam

Selain pelatihan, tim pengabdi juga menyerahkan dokumentasi teknis sebagai panduan bagi perangkat desa dalam pengoperasian aplikasi.

Diskusi terbuka dan simulasi layanan membuat suasana pelatihan semakin interaktif, memperlihatkan tingginya minat perangkat desa untuk mulai menerapkan sistem digital dalam kegiatan sehari-hari.

0 Komentar