INDRAMAYU – Kekecewaan menyelimuti keluarga Ratu Nasya Putri Cantika, atlet bulutangkis asal SDN 2 Kasmaran, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu.
Meski berhasil meraih juara pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Indramayu 2026 yang berakhir pada 4 Juni, langkahnya untuk bertanding di tingkat provinsi harus terhenti bukan karena kalah di arena, melainkan diduga akibat kelalaian administrasi pendaftaran atlet.
Ratu Nasya Putri Cantika menjadi salah satu atlet terbaik setelah keluar sebagai juara 1 O2SN cabang bulutangkis putri SD tingkat Kabupaten Indramayu. Prestasi tersebut seharusnya menjadi tiket bagi dirinya untuk membawa nama daerah pada ajang tingkat Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:Polres Majalengka Gelar Jalan Sehat Perkuat Soliditas PersonelEceng Gondok Waduk Darma Meledak, PAM Tirta Kamuning Ungkap Kendala Penanganan
Namun, kesempatan itu pupus lantaran data pendaftaran atlet disebut tidak masuk dalam sistem resmi yang menjadi syarat mengikuti tahapan berikutnya.
Penyerahan medali O2SN tingkat SD tahun 2026 berlangsung pada Senin, 15 Juni, di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Caridin yang menyerahkan langsung penghargaan kepada para atlet dari berbagai cabang olahraga, mulai dari bulutangkis, atletik, pencak silat, hingga renang.
Di balik kebanggaan para atlet dan orang tua atas capaian tersebut, muncul pula kekecewaan karena belum adanya bentuk apresiasi lain seperti uang pembinaan atau penghargaan khusus bagi para juara.
Salah seorang orang tua atlet berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar perjuangan anak-anak yang telah membawa prestasi mendapat penghargaan yang layak.
“Anak-anak tentu akan lebih merasa diapresiasi jika ada semacam reward atau uang pembinaan. Mereka sudah berlatih dan berjuang membawa nama sekolah serta daerah,” ujar salah seorang orang tua atlet.
Sementara itu, Waslani, orang tua Ratu, mengaku sangat kecewa dengan kondisi yang dialami putrinya. Ia mempertanyakan bagaimana atlet yang sudah menjadi juara tingkat kabupaten justru tidak bisa melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi hanya karena persoalan administrasi. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan disebabkan kemampuan atlet, melainkan persoalan di luar pertandingan.
Baca Juga:Masalah Eceng Gondok, Bupati Beri Peringatan Keras Kepada Pebisnis di Waduk Darma55 Siswa SDN 1 Dompyong Wetan Dilepas, Pesan Guru: Lanjutkan Perjuangan dan Raih Cita-Cita
“Entahlah mas, apakah ini keteledoran dari pihak sekolah atau kurangnya koordinasi dengan Disdik. Saya merasa kecewa karena yang seharusnya putri saya bisa berlaga di O2SN provinsi, justru gagal sebelum bertanding,” kata Waslani yang juga salah satu pengurus PB atau diklat bulutangkis di Indramayu, kepada radarcirebon.
