STMIK IKMI Perluas Jejaring Global, Buka Program Magang Internasional ke Taiwan

STMIK IKMI Cirebon
MAGANG KE TAIWAN: Sosialisasi Program Magang Luar Negeri ke Taiwan digelar di Aula STMIK IKMI Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – STMIK IKMI Cirebon membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja internasional melalui program magang (internship) ke Taiwan.

Program yang menggandeng mitra penyalur internasional tersebut menyasar sektor jasa dan hospitality sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Sosialisasi Program Magang Luar Negeri ke Taiwan digelar di Aula STMIK IKMI Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon.

Baca Juga:Lawan Narkoba dari Desa, Trusmi Kulon Jadi Percontohan di Kabupaten CirebonAbrasi dan Rob Jadi Ancaman Desa Ambulu, Kawasan Ini Masuk Kajian Giant Sea Wall

Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dr Dadang Sudrajat SSi MKom, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis kampus untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja internasional sejak masih menempuh pendidikan.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya memiliki kompetensi di tingkat lokal. Era global menuntut pengalaman internasional. Program ini dirancang untuk membentuk mentalitas kerja global, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill mahasiswa secara langsung di negara maju,” ujarnya.

Menurut Dadang, program tersebut juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di daerah mampu membangun jejaring internasional yang kuat. Karena itu, kampus terus mempersiapkan kurikulum dan penguatan mental mahasiswa sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dian Ade Kurnia MKom PhD, menjelaskan bahwa peserta program wajib berstatus mahasiswa aktif dan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Ia menuturkan, durasi magang di Taiwan berkisar antara enam bulan hingga satu tahun dengan penempatan di sektor jasa, khususnya hospitality dan pelayanan.

“Tempat magangnya bukan di pabrik atau industri manufaktur. Fokusnya di sektor jasa seperti hospitality. Program ini relevan dengan program studi D3 Akuntansi maupun Informatika karena operasional hotel modern juga ditunjang sistem teknologi informasi dan pengelolaan keuangan yang baik,” jelasnya.

Dian menambahkan, program tersebut juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek internasionalisasi kampus dan pembelajaran di luar kampus. Satu semester magang dapat dikonversi setara 20 SKS, sedangkan dua semester setara 40 SKS.

Baca Juga:Kenaikan Material Hambat Proyek, DPUTR Cirebon Usulkan Standar Harga FleksibelDPKPP Cirebon Percepat Renovasi Rutilahu Milik Kasiyati lewat CSR dan Baznas

Di sisi lain, tantangan terbesar pelaksanaan program justru berasal dari rendahnya minat mahasiswa serta keraguan sebagian orang tua terhadap program magang luar negeri.

0 Komentar