Muflih juga menyoroti rendahnya Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Majalengka yang baru mencapai 7,81 tahun.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih terbatasnya akses pendidikan, terutama bagi perempuan dan warga wilayah perdesaan.
“RLS yang rendah harus menjadi perhatian serius dalam penyusunan kebijakan pendidikan daerah,” ujarnya.Melalui rangkaian Harlah ini, KOPRI PMII Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, dan penguatan akses pendidikan yang adil serta berkelanjutan.
Baca Juga:Karyawan XLSMART Lakukan Aksi Sosial, Salurkan Bantuan Beras dan Bangun Sarana Air BersihFUA UINSSC Jalin Kerja Sama Akademik dan Sosialisasi PJJ dalam Lawatan ke ICESCO Malaysia
Agenda refleksi dan aksi ekologis tersebut menjadi penanda bahwa gerakan perempuan PMII tidak hanya mengadvokasi hak-hak perempuan, tetapi juga terlibat dalam isu strategis yang lebih luas.Dengan semangat Harlah ke-58, KOPRI PMII Majalengka berharap peran perempuan semakin kuat dalam ruang sosial, politik, dan lingkungan, sehingga mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan daerah. (bae)
