“Berdasarkan analisis kami, sistem ini bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak akan berdampak langsung ke daratan,” kata Guswanto.
Bibit Siklon 93S sendiri pertama kali teridentifikasi pada 11 Desember 2025 sekitar pukul 07.00 WIB, dengan pusat sirkulasi di sekitar koordinat 12.0°LS – 117.0°BT, dan sejak itu dimasukkan ke dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. BMKG memastikan pemantauan akan terus dilakukan dan perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala. (dsw)
