RADARCIREBON.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon menemukan kasus penyakit leptospirosis di wilayah Kota Cirebon.
Penyakit yang ditularkan melalui air kemih tikus ini berpotensi meningkat pada musim hujan, terutama saat terjadi genangan air dan banjir.
Kepala Dinkes Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiyawati, mengungkapkan bahwa hingga menjelang akhir tahun 2025 pihaknya mencatat satu kasus leptospirosis yang telah terkonfirmasi serta satu kasus lain yang masih berstatus suspek.
Baca Juga:Kasus Flu Meningkat di Kota Cirebon, Kadinkes: Belum Bisa Disimpulkan sebagai Super FluPermintaan Kartu Kuning di Kota Cirebon Meningkat Dipengaruhi Beberapa Faktor
“Temuan terjadi menjelang akhir tahun 2025. Ada satu kasus confirm dan satu suspect. Untuk kasus yang confirm sudah dirawat di rumah sakit dan kondisinya kini membaik,” ungkap dr. Maria kepada Radar Cirebon, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, untuk kasus suspek, Dinkes belum dapat melakukan pengambilan sampel secara lengkap karena pasien mengalami komplikasi penyakit.
Maria menjelaskan, leptospirosis memiliki gejala awal berupa demam, muncul ruam atau bercak kemerahan pada tubuh, nyeri otot, hingga kondisi tubuh menguning. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini dapat berdampak serius dan merusak organ vital.
“Gejalanya demam, muncul bercak merah, nyeri otot, dan biasanya disertai kuning. Penyakit ini bisa merusak hati dan organ-organ vital lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, leptospirosis menular melalui tikus, terutama dari air kemih dan kotoran tikus yang mencemari lingkungan, baik di luar maupun di dalam rumah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan pengendalian hama tikus.
“Penularannya melalui tikus, lewat air kemih dan kotorannya. Karena itu, kita juga harus ‘berperang’ dengan hewan ini,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Cirebon telah melakukan berbagai upaya, termasuk pemeriksaan dan pembedahan terhadap tikus bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan angka positif leptospirosis yang cukup signifikan.
Baca Juga:Program Ketahanan Pangan, Polres Cirebon Kota Panen 1,5 Ton JagungAkhir Penantian Warga! PSU Perumnas Bumi Arum Sari Resmi Diserahkan ke Pemkab Cirebon
“Kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan dan pembedahan terhadap tikus. Hasilnya memang menunjukkan angka positif yang cukup signifikan, sehingga Kota Cirebon berpotensi terjadi kasus leptospirosis,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di lingkungan yang tergenang air. Dr. Maria menekankan pentingnya segera membersihkan diri setelah terpapar air banjir atau air sungai.
