Optimalisasi Aset Lahan Daerah Kuningan: Antara Strategi Ketahanan Pangan dan Upaya Memperkuat PAD

PT Rumah Tani Nusantara
KERJA SAMA: PT Rumah Tani Nusantara resmi pemanfaatan lahan milik daerah untuk ditanami padi dan jagung, setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama dengan Pemkab Kuningan. Foto: ist
0 Komentar

KUNINGAN–Pemkab Kuningan mulai menempatkan optimalisasi aset daerah sebagai instrumen strategis untuk menjawab dua tantangan utama sekaligus. Yakni penguatan ketahanan pangan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama pemanfaatan lahan milik daerah dengan PT Rumah Tani Nusantara. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Uu Kusmana bersama Direktur PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kelurahan Awirarangan, akhir pekan kemarin.

PKS ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana bersama Direktur PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, dengan disaksikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah.

Baca Juga:Sejak Kapan Pemimpin adalah Raja?Resmikan SPPG di Terisi, Kasan Basari Pesan Gunakan Bahan Berkualitas dan Air Mineral

Kerja sama ini mencakup pemanfaatan lahan sawah seluas ±11,5 hektare dan lahan kebun ±5,8 hektare, dengan total sekitar 17 hektare yang tersebar di sejumlah kelurahan dan desa di wilayah Kabupaten Kuningan.

Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara merupakan bagian dari strategi jangka menengah Pemda dalam meningkatkan PAD melalui pemanfaatan aset.

Dia menjelaskan bahwa asset daerahg yang dikerjasamakan merupakan tanah hak pakai milik pemerintah daerah yang tersebar di 7 kelurahan dan 2 desa, dengan skema sewa selama tiga tahun dan nilai sewa Rp160.032.250 per tahun, sesuai regulasi yang berlaku.

Lebih jauh, Deden mengungkapkan fakta penting bahwa sebanyak 271 aset lahan milik Pemkab Kuningan hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kapasitas fiskal Kuningan memang terbatas, tetapi daerah memiliki aset yang belum digarap maksimal. Jika dikelola dengan baik, aset dapat menjadi sumber passive income untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah,” ujarnya.

Untuk mendukung strategi tersebut, BPKAD saat ini tengah melakukan pengamanan aset, penyusunan profil aset digital, serta pengembangan e-book aset dan data visual yang ditujukan untuk menarik minat investor.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perolehan PAD jangka pendek, melainkan bagian dari perubahan pendekatan birokrasi dalam mengelola potensi ekonomi daerah.

0 Komentar